Raungan Chainsaw Kembali Terdengar di Pinggir Hutan, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

AGAM, METROBATAM.COM – Belum sepenuhnya hilang duka akibat bencana yang melanda Kabupaten Agam beberapa bulan lalu, masyarakat kembali diresahkan dengan suara raungan chainsaw yang terdengar di pinggir-pinggir hutan. Aktivitas penebangan kayu yang diduga kembali marak itu memunculkan kekhawatiran baru di tengah trauma bencana yang belum sirna.

Sebagaimana diketahui, bencana alam yang terjadi sebelumnya telah meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Kerusakan infrastruktur, lahan pertanian, hingga rumah warga menjadi bukti nyata betapa rentannya wilayah ini terhadap ancaman alam, terutama jika keseimbangan lingkungan tidak dijaga dengan baik.

Kini, suara mesin pemotong kayu yang meraung di kawasan hutan Agam kembali terdengar. Sejumlah masyarakat mengaku resah dan mempertanyakan apakah aktivitas tersebut memiliki izin resmi atau justru merupakan pembalakan liar yang dibiarkan begitu saja.

“Apakah tidak ada aparat yang berniat untuk menindak? Ataukah kita sudah tidak peduli lagi terhadap lingkungan?” ungkap Pak Rahman salah seorang warga dengan nada kecewa.

Bacaan Lainnya

Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Penebangan hutan secara sembarangan berpotensi memperparah risiko bencana seperti banjir dan longsor, terlebih di wilayah dengan kontur perbukitan seperti di Kabupaten Agam. Kerusakan hutan dapat mengurangi daya serap air dan memperlemah struktur tanah, yang pada akhirnya membahayakan keselamatan warga.

Masyarakat berharap adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk melakukan pengawasan dan penertiban.

Transparansi mengenai status perizinan aktivitas di kawasan hutan juga dinilai penting guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Di sisi lain, para tokoh masyarakat dan pemerhati lingkungan mengajak seluruh elemen untuk kembali meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam. Mereka menilai, pembelajaran dari bencana yang lalu seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap perlindungan lingkungan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait aktivitas penebangan yang dikeluhkan warga. Masyarakat pun berharap, suara raungan chainsaw itu tidak menjadi pertanda akan datangnya bencana berikutnya.

(Basa)

Pos terkait