Amsakar Achmad Terima Penghargaan Nasional untuk Kinerja Pemko Batam

Wali Kota Batam, menerima penghargaan dari Kemendagri dalam ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 yang digelar di Palembang, Sabtu (25/4/2026).

METROBATAM.COM, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan dalam kategori penurunan kemiskinan dan stunting pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang digelar di Palembang, Sabtu (25/4/2026).

Dalam pemeringkatan tersebut, Batam bersama Kota Sungai Penuh dan Kota Pekanbaru dinobatkan sebagai daerah terbaik di wilayah Sumatera. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, serta disaksikan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.

Amsakar Achmad menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Kota Batam.

Ia menegaskan, penghargaan ini dipersembahkan untuk masyarakat Batam.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah hasil kerja kolektif kita semua. Namun, capaian ini bukan akhir, melainkan motivasi untuk terus berinovasi. Tujuan kita tetap sama, menjadikan Batam semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Tito Karnavian menekankan bahwa penghargaan tersebut bertujuan mendorong terciptanya kompetisi yang sehat antar daerah di Indonesia.

Menurutnya, tantangan pembangunan masih cukup besar, mengingat jumlah pemerintah daerah yang mencapai ratusan.

“Saya mengapresiasi kepala daerah yang berhasil meraih penghargaan. Jadikan ini sebagai pemacu untuk bekerja lebih optimal. Bagi yang belum, terus tingkatkan kinerja demi kemajuan daerah masing-masing,” kata Tito.

Pemberian penghargaan ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, yang mengatur pemberian insentif fiskal bagi daerah dengan kinerja unggul.

Adapun indikator penilaian dalam ajang ini meliputi empat aspek utama, yakni pengendalian inflasi, penurunan tingkat pengangguran, penurunan kemiskinan dan stunting, serta inovasi pembiayaan daerah. (mcb)

Pos terkait