42 Karung Timah Ilegal Gagal ke Malaysia, TNI AL Ciduk Warga Batam

METROBATAM.COM, LINGGA – Upaya penyelundupan puluhan karung pasir timah berkualitas tinggi ke Malaysia digagalkan TNI Angkatan Laut di ujung perbatasan Kepri.

Sebanyak 42 karung pasir timah dengan kadar timah murni hingga 67 persen diamankan dari perairan Pulau Pekajang Besar, Kabupaten Lingga. Satu orang terduga pelaku berinisial HN, warga Sadai, Bengkong – Batam, berhasil diringkus.

Pengungkapan ini disampaikan langsung dalam konferensi pers di Markas Komando Pangkalan TNI AL (Lanal) Dabo Singkep, Senin (3/8/2026). Konferensi pers dipimpin Dankodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla.
Berawal dari Laporan Intelijen
Operasi ini bukan kebetulan. Semuanya bermula dari informasi intelijen pada Minggu, 26 Juli 2026 pukul 11.00 WIB. Ada aktivitas mencurigakan di perairan Pulau Pekajang Besar.

Lokasi itu diduga dijadikan gudang transit sekaligus tempat transaksi timah ilegal sebelum dikirim ke luar negeri.
“Menindaklanjuti informasi tersebut, tim segera bergerak melakukan pengamanan lokasi, memperketat pengawasan di sekitar area sasaran, serta berkoordinasi dengan unsur terkait,” tegas Laksda Berkat Widjanarko.
Tim gabungan First Fleet Quick Response Regional 4 pun langsung menyergap.
Modus Keramba Apung dan Pengakuan Mengejutkan
Hasilnya mencengangkan. Pelaku memanfaatkan keramba apung milik warga sebagai kamuflase untuk menyimpan pasir timah curian.

Bacaan Lainnya

Saat diperiksa, HN mengaku sudah dua kali mengirim pasir timah ke Malaysia lewat jalur laut tikus.

Selain 42 karung pasir timah, TNI AL juga menyita barang bukti lain yang tak kalah mencurigakan: satu pucuk senapan angin Predator Air Gun dan satu pucuk pistol Airsoft Gun jenis Magnum Jericho 941.

Hasil uji laboratorium membuktikan, pasir yang disita bukan pasir biasa. Kandungan timah (Sn) berkisar 53 hingga 67 persen – kualitas super dengan nilai ekonomi sangat tinggi. Potensi kerugian negara jika lolos ditaksir mencapai Rp1,3 miliar.
Komitmen Jaga Perbatasan
Laksda Berkat menegaskan, ini adalah bukti nyata komitmen TNI AL menjaga kedaulatan laut Indonesia.

“Saat ini satu orang terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengembangkan penyelidikan dan mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan penyelundupan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, patroli di wilayah Kepulauan Riau akan terus diperketat. Karena Kepri berbatasan langsung dengan negara tetangga, rawan menjadi jalur penyelundupan sumber daya alam.

Ini juga merupakan implementasi arahan Presiden RI, Panglima TNI, dan KSAL untuk mengamankan kekayaan alam nasional.

Di akhir konferensi pers, TNI AL meminta bantuan mata dan telinga masyarakat, terutama nelayan dan warga pesisir, untuk melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di laut.

Pos terkait