Antrean SPBU Dipicu Panic Buying, Pemkot Kotamobagu Kembalikan Penyaluran BBM ke Normal

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman hingga Desember, Pembatasan 25 Liter di Kotamobagu Dicabut

METROBATAM.COM, KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Menindaklanjuti arahan Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib, Pemkot menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama Pertamina, TNI, Polri, serta pengelola SPBU di Ruang Rapat Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kotamobagu, Jumat (4/9/2026) sore.

Pertemuan tersebut digelar untuk mengevaluasi kondisi penyaluran sekaligus memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kotamobagu tetap aman.

Rapat dipimpin Asisten II Pemkot Kotamobagu Noval Manoppo dan dihadiri Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Ariono Potabuga, Sales Branch Manager (SBM) SulutGo II Fuel PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Aditya Taufik, Pasi Intel Kodim 1303/Bolaang Mongondow Kapten Inf. Muyassir, perwakilan Polres Kotamobagu Rusdin Zima, pengelola SPBU Kotobangon, serta sejumlah jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Bacaan Lainnya

Asisten II Pemkot Kotamobagu Noval Manoppo mengatakan, koordinasi tersebut merupakan langkah cepat pemerintah untuk mencari solusi atas antrean yang terjadi di sejumlah SPBU, tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

“Pertama tadi kami diskusi dengan Pertamina, kemudian dari Polres, Kodim, dan teman-teman OPD terkait. Kami berterima kasih sekali atas kehadiran pihak Pertamina yang langsung hadir di Kota Kotamobagu sesuai arahan Pak Wali Kota untuk secepatnya berkunjung ke Kota Kotamobagu,” ujar Noval.

Dari hasil evaluasi bersama, Pemkot memastikan persoalan yang terjadi bukan disebabkan oleh kekurangan stok BBM. Kondisi antrean lebih banyak dipengaruhi kepanikan masyarakat yang melakukan pembelian secara berlebihan.

Sebelumnya, Pemkot bersama aparat keamanan dan Pertamina melakukan uji coba pembatasan pembelian Pertalite maksimal 25 liter untuk setiap kendaraan. Namun, setelah dievaluasi, kebijakan tersebut dinilai belum mampu menghilangkan antrean.

Karena itu, seluruh pihak sepakat mencabut pembatasan 25 liter dan mengembalikan mekanisme penyaluran BBM seperti sebelumnya, sesuai kebutuhan konsumen.

“Sebenarnya stok tidak ada masalah. Bahkan Kota Kotamobagu sampai hari ini menjadi atensi khusus dari pihak Pertamina. Memang kondisi di lapangan adalah kepanikan yang nanti berdampak pada antrean. Kebijakan pembatasan 25 liter sudah kami evaluasi, dan kami kembalikan serta normalisasikan kembali sesuai kebutuhan konsumen,” jelas Noval.

Pertamina Pastikan Stok Aman

Kepastian ketersediaan BBM juga disampaikan langsung oleh SBM SulutGo II Fuel PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Aditya Taufik.

Sebagai pihak yang mengawasi distribusi BBM di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, Aditya menegaskan bahwa kuota dan stok BBM di Kotamobagu berada dalam kondisi normal.

Ia menyebut penyaluran Pertalite untuk seluruh SPBU di Kotamobagu mencapai sekitar 3.000 kiloliter (KL) setiap bulan.

“Dari pihak Pertamina, kita bisa memastikan bahwa kuota dan stok pasokan yang ada di Kota Kotamobagu dalam kondisi normal. Kita juga pasti akan terus memonitor dan memberikan atensi khusus terkait antrean serta kondisi SPBU di Kota Kotamobagu,” kata Aditya.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM di Kotamobagu aman hingga Desember.

“Kami imbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena penyaluran dan stok aman sampai Desember,” tegasnya.

Untuk menjaga ketertiban dan memastikan penyaluran sesuai ketentuan, Pertamina juga meminta pengelola SPBU memperketat proses verifikasi QR Code dengan mencocokkannya terhadap kendaraan yang melakukan pengisian.

Selain itu, petugas marshal diminta disiagakan untuk membantu mengatur barisan kendaraan sehingga antrean dapat berlangsung lebih tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU.

TNI-Polri Siap Kawal SPBU

Dukungan terhadap normalisasi penyaluran BBM juga disampaikan jajaran Polres Kotamobagu.

Perwakilan Polres Kotamobagu, Rusdin Zima, mengatakan kepolisian mendukung pencabutan pembatasan pengisian 25 liter per kendaraan setelah kebijakan tersebut dievaluasi bersama.

Menurutnya, pembatasan yang sebelumnya diterapkan ternyata belum sepenuhnya mengatasi antrean karena masih adanya kepanikan masyarakat.

“Kemarin sempat dari pihak Polres, Pemkot, dan Kodim mengevaluasi dengan membuat pembatasan 25 liter per kendaraan. Namun ternyata antrean tetap ada akibat panic buying. Karena dari Pertamina memberikan jaminan stok tidak ada masalah, maka kami sarankan ke SPBU untuk dinormalkan kembali,” jelas Rusdin.

Untuk memastikan kondisi tetap aman, Polres Kotamobagu akan menempatkan personel di sejumlah SPBU. Pengawasan dilakukan melalui jajaran Satuan Lalu Lintas maupun tim Presisi.

“Kami dari Polres, baik Lalu Lintas maupun tim Presisi, juga menempatkan anggota untuk patroli dan penjagaan di tiap-tiap SPBU yang ada,” tambahnya.

Sementara itu, Pasi Intel Kodim 1303/Bolaang Mongondow Kapten Inf. Muyassir turut menyatakan kesiapan TNI dalam mendukung pengamanan distribusi BBM.

Personel gabungan TNI dan Polri akan melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas secara berkala di sekitar SPBU. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama proses penyaluran BBM berlangsung.

Dengan adanya jaminan pasokan dari Pertamina serta pengawasan bersama Pemkot, TNI, dan Polri, masyarakat Kotamobagu diimbau tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pemerintah berharap tidak ada lagi pembelian secara berlebihan yang justru memicu antrean panjang di SPBU.

Pos terkait