Lima Kepala Daerah di BMR Kompak Kawal Provinsi Baru, Sinyal Lampu Hijau dari Gubernur Sulut

METROBATAM.COM, KOTAMOBAGU – Perjuangan panjang pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (BMR) kembali menemukan momentumnya. Lima kepala daerah se-kawasan BMR menyatakan sikap kompak mengawal hingga tuntas pemekaran provinsi baru tersebut.

Kesepakatan bersejarah itu lahir dalam pertemuan krusial di Kantor Wali Kota Kotamobagu, Senin (07/09/2026). Lima pimpinan daerah bersama Panitia Pemekaran BMR (PBMR) duduk satu meja mematangkan langkah strategis menuju provinsi baru.

Ketua PBMR, Drs. Djainudin Damopolii, menegaskan pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah konsolidasi lanjutan untuk memperbarui seluruh basis data perjuangan yang telah dirancang belasan tahun lalu.

“Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari konsolidasi sebelumnya. Seluruh bupati dan elemen masyarakat memberikan dukungan penuh. Karena itu, data dari kajian tahun 2012 lalu perlu segera di-update,” ujar Djainudin.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, panitia akan bekerja cepat dan patuh pada regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat. Kajian lama yang sudah lebih dari 14 tahun dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi demografi, ekonomi, dan potensi wilayah BMR saat ini.

Komitmen kolektif itu ditegaskan langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, yang hadir mewakili para pimpinan daerah se-BMR. Ia memastikan seluruh pimpinan daerah sepakat memfasilitasi dan mendukung penuh kerja panitia pemekaran.

Tak hanya itu, para kepala daerah juga telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Sulawesi Utara. Hasilnya, Gubernur disebut memberikan lampu hijau dan menyarankan agar aspirasi pembentukan Provinsi BMR segera disampaikan ke DPR RI.

Pertemuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yusra Alhabsyi, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Oskar Manoppo, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dan Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), pimpinan DPRD, akademisi, ormas Laskar Bogani Indonesia (LBI), AP3BMR, serta tokoh masyarakat setempat.

Di tengah menguatnya dukungan politik, PBMR mengimbau masyarakat BMR untuk tetap tertib. Seluruh aspirasi diminta disalurkan melalui wadah resmi PBMR serta tetap menjaga stabilitas keamanan daerah tanpa tindakan anarkis.

Jika terwujud, Provinsi Bolaang Mongondow Raya akan menjadi provinsi baru hasil pemekaran dari Sulawesi Utara, yang terdiri dari Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolmong, Boltim, Bolsel, dan Bolmut. Wacana yang sudah diperjuangkan sejak tahun 2000-an ini kini dinilai semakin dekat ke gerbang DPR RI.

 

Pos terkait