Menyingkap Jalur Gelap Perairan Kepri: Mengapa Penyelundupan Narkoba dan Minerba Masih Marak?

Keterangan gambar: Dankodaeral IV, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko (atas podium), saat menjadi narasumber kunci dalam Diskusi Strategis Keamanan Laut Tahun 2026 di Walking Drum Ancol, Jakarta Utara, Rabu (16/9/2026). /arsip Dispen Kodaeral IV

METROBATAM.COM, BATAM – Ancaman tindak pidana penyelundupan di wilayah perairan Indonesia, khususnya komoditas Narkotika dan Mineral dan Batubara (Minerba) di kawasan strategis Kepulauan Riau (Kepri), menuntut penanganan ekstra terpadu. Menjawab tantangan dinamis tersebut, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) menekankan pentingnya penguatan transparansi dan sinergi tanpa sekat antar-aparat penegak hukum.

Komitmen ini ditegaskan oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) IV, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla., saat menjadi narasumber kunci dalam Diskusi Strategis Keamanan Laut Tahun 2026 yang digelar di Walking Drum Ancol, Jakarta Utara, Rabu (16/9/2026).

Forum strategis bertajuk “Sinergi Tanpa Batas: Penguatan Koordinasi dan Kerjasama Aparat Penegak Hukum Dalam Menghadapi Tindak Pidana Penyelundupan di Wilayah Perairan Indonesia”, tersebut diinisiasi oleh Staf Ahli-Kepala Staf Angkatan Laut (Sahli-Kasal).

Dalam pemaparannya bertajuk “Pengabdian Merah Putih TNI Angkatan Laut”, Laksda TNI Berkat Widjanarko membeberkan gambaran teknis serta dinamika riil penjagaan kedaulatan maritim nasional, khususnya tantangan geografis yang dihadapi Kodaeral IV di perairan Kepulauan Riau.

Bacaan Lainnya

“Penyelundupan narkoba dan kejahatan sektor minerba di perairan nasional memerlukan sinergi nyata antar-aparat penegak hukum. Transparansi dan soliditas inter-instansi adalah kunci utama dalam penanganan kejahatan maritim yang kian kompleks,” ujar Dankodaeral IV.

Guna membangun perspektif penegakan hukum yang holistik, diskusi ini tidak hanya menghimpun jajaran internal TNI AL, tetapi juga menghadirkan pemangku kepentingan lintas sektoral sebagai pembicara, di antaranya perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal ESDM Kementerian ESDM, serta Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI.

Kegiatan ini turut dihadiri secara langsung oleh Laksdya TNI Agus Hariadi, M.Han., Koorsahli Kasal Laksda TNI Dr. Dwi Sulaksono, S.H., M.Tr.(Han)., serta deretan pejabat tinggi TNI AL.

Sementara itu, jajaran pimpinan daerah Kodaeral IV mengikuti alur diskusi secara intensif via konferensi video (Zoom Meeting) dari Ruang Rapat Mako Kodaeral IV.

Mereka yang hadir secara daring meliputi Wakil Komandan (Wadan) Kodaeral IV Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, S.E., M.Han., bersama Asops, Aster, Kadiskum, Dansatrol, dan Pabanren Sintel Kodaeral IV.

Secara terpisah, Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral IV, Kolonel Laut (KH) Ign. M. Pundjung T., S.Sos., M.Sc., menjelaskan bahwa, partisipasi aktif unsur pimpinan Kodaeral IV menegaskan komitmen kuat instansi dalam mengawal kebijakan maritim nasional.

“Keikutsertaan unsur pimpinan Kodaeral IV dalam forum ini mencerminkan komitmen berkelanjutan untuk memperkuat koordinasi serta wawasan strategis. Kami berharap pertukaran gagasan ini melahirkan formulasi sinergi yang makin solid antar-pemangku kepentingan demi terwujudnya keamanan laut Indonesia yang kondusif,” pungkas Kolonel Pundjung. (Ilh4m)

Pos terkait