KOTAMOBAGU, METROBATAM.COM – Ada yang berbeda di Sutan Raja Hotel, Kotamobagu, Senin (2/11/2026). Bukan sekadar prosesi seremonial, pengukuhan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Kotamobagu masa bakti 2026-2031 menjadi deklarasi kembalinya para senior birokrasi ke panggung pembangunan.
Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., hadir langsung mengukuhkan dan mengambil sumpah kepengurusan baru yang diketuai Drs. Taufiq Mokoginta. Di hadapan Sekda, Asisten I, pejabat tinggi pratama, tokoh agama dan masyarakat, Weny menegaskan satu hal: Kotamobagu butuh kompas moral.
“Selamat atas pengukuhan pengurus PWRI yang baru. Mari bersinergi bangun Kotamobagu. Pengalaman, kematangan, dan dedikasi para anggota PWRI adalah aset berharga yang sangat kita butuhkan,” tegas Weny Gaib.
Menurut Weny, masa pensiun ASN, pejabat negara dan BUMN yang tergabung dalam PWRI bukanlah garis finish. Justru, mereka adalah mitra strategis yang dibutuhkan untuk fungsi social control, pemberdayaan masyarakat, hingga penjaga kearifan lokal di tengah derasnya dinamika sosial.
Pemkot pun membuka pintu lebar-lebar. Bukan hanya diajak memberi sambutan, tapi diminta memberi masukan konstruktif yang tajam untuk program pemerintah.
Nada yang sama disampaikan Ketua PWRI Sulawesi Utara, Ferdinan Mewengkang. Ia tidak mau organisasi ini hanya hidup di atas kertas dan di hotel berbintang.
Ia memberi “PR” keras bagi pengurus baru.
“Kepada pengurus baru, bangun sinergitas total dengan pemerintah daerah. Saya perintahkan, secepatnya bentuk pengurus PWRI tingkat kecamatan hingga kelurahan dan desa. Organisasi harus hidup dan bekerja dari bawah,” perintah Ferdinan.
Tantangan itu langsung dijawab Ketua PWRI Kotamobagu terpilih, Drs. Taufiq Mokoginta.
“PWRI bukan sekadar tempat kumpul-kumpul pensiunan. Ini adalah rumah untuk terus berkarya. Kami berkomitmen menjadi mitra yang solid dan konstruktif bagi pemerintah demi kesejahteraan masyarakat Kotamobagu,” janji Taufiq.
Dengan formasi 2026-2031 ini, PWRI Kotamobagu diproyeksikan tidak lagi hanya menjadi penjaga nilai, tetapi menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan dari akar rumput.














