Sumbar Berduka

Untitled-1

Metrobatam.com, Sumbar – Banjir akibat hujan deras selama tiga hari terakhir sehingga air Sungai Batang Maek meluap menggenangi badan jalan dan melumpuhkan arus lalu lintas jalur Riau-Sumatera Barat di Kabupaten Limapuluh Kota.

Banjir terjadi di beberapa Kabupaten kota diantaranya, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok dan Kota Solok.

Banjir yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat hingga Senin (8/2/2016) siang belum juga surut. Setidaknya ada tiga desa yang berpenghuni 900 jiwa jadi korban bencana tersebut, dan akses jalan penghubung Riau-Payakumbuh pun tak bisa dilewati seperti biasanya.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Zulfiatno mengatakan. “Sampai siang ini belum surut. Akses jalan juga masih lumpuh tak bisa dilewati. Ada tiga desa yang terendam banjir di sana dengan total 400 rumah berpenghuni 900 jiwa,”.

Di Kabupaten Agam longsor terjadi di ruas jalan raya yang menghubungkan Bukittinggi dan Lubuk Sikaping tepatnya di Km 35 Jorong Tungua Banio Bateh Rimbang Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah, Agam. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, hanya saja jalan yang menghubungkan kedua daerah itu putus total, karena material longsoran itu menutup badan jalan sepanjang 15 meter dengan ketebalan 1,5 meter.

Di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, sejak Sabtulalu hingga hari ini, Senin, 8 Februari 2016, yakni Kecamatan Sungai Pagu, Pauh Duo, dan Sangir.

Tanah longsor yang menimpa rumah warga menyebabkan enam orang tertimbun. “Empat di antaranya meninggal,” kata pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat Zulfiatno. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Badan SAR Nasional masih meneruskan pencarian karena dua warga belum ditemukan.

Sampai berita ini dikabarkan belum ada kepastian yang jelas berapa korban jiwa dan rumah yang rusak ataupun hanyut dibawa harus deras. (Indra Dinan)