Atasi Masalah Intoleransi, Penegakan Hukum Perlu Dipertegas

Metrobatam, Jakarta – Ketua Setara Institute, Hendardi mengatakan, aksi intoleransi atas dasar agama dan ras seperti ledakan bom di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) harus diatasi dengan berbagai pendekatan seperti politik, sosial dan hukum.

“Berbagai pendekatan itu, selain mempertegas penegakan hukum di Indonesia, juga untuk mencegah kekerasan baru dan disintegrasi bangsa terjadi,” kata Hendardi di Jakarta, Selasa (15/11).

Menurut Hendardi, peristiwa ledakan bom di Samarinda merupakan waktu yang tepat bagi pemerintah untuk mempercepat langkah dan menyusun kebijakan yang komprehensif dalam menangani kasus-kasus intoleransi.

Ia berujar, pelemparan bom molotov di Gereja Oikoumene, Samarinda pada Minggu akhir pekan lalu membuktikan bahwa pembiaran atas tindakan intoleransi terhadap kebebasan beragama atau berkeyakinan telah menjadi media pemulihan bagi kelompok-kelompok teror.

Bacaan Lainnya

“Mereka melakukan aksi teror, radikalisasi publik dan merekrut aktor-aktor baru dengan pandangan keagamaan yang sempit untuk memilih jalan kekerasan. Setara Institute mengutuk keras pemboman tempat ibadah dan turut berduka dan berbelasungkawa atas jatuhnya korban luka dan anak yang meninggal,” tutupnya. (okezone)

Pos terkait