Bareskrim: Penetapan Tersangka Habib Rizieq Tinggal Tunggu Waktu

Metrobatam, Jakarta – Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto angkat bicara soal kelanjutan kasus yang menjerat imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang ditangani Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

Rizieq dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penodaan agama, fitnah terhadap Pancasila sebagai simbol negara dan ujaran kebencian terhadap golongan. Sementara di Polda Jawa Barat, Rizieq dilaporkan atas kasus penodaan Pancasila.

Read More

Menurut Ari, penetapan tersangka kepada Rizieq tinggal menunggu waktu. Pasalnya, saat ini kasus tersebut masih sedang didalami oleh petugas penyidik. “Ini hanya soal waktu saja, kita lihat waktunya (penetapan tersangka),” ungkap Ari di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (19/1).

Sementara, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menyampaikan, penetapan tersangka dapat dilakukan setelah ditemukan minimal dua alat yang diperlukan baik berupa keterangan saksi fakta hukum maupun keterangan ahli.

“Dalam proses itu, apabila itu layak dinilai penyidik melaui mekanisme gelar perkara dinyatakan cukup bukti, maka penyidik dapat menetapkan yang terkait pihak yang diperiksa sebagai tersangka,” timpal Boy.

Ormas Anarkis
Boy Rafli Amar juga menegaskan, polisi bakal menindak tegas Organisasi Masyarakat (Ormas) anarkis karena dinilai telah mengganggu keamanan dan dapat meresahkan masyarakat.

“Kita tentu menegakkan hukum dan mewujudkan kepentingan umum. Oleh karena itu yang harus kita pegang ketika ada gangguan keamanan atau tindakan meresahkan dari sekelompok masyarakat,” kata Boy.

Ditanya soal bentuk tindakannya terhadap Ormas anarkis, Boy menerangkan, polisi akan menindak sebagaimana telah diatur dalam undang-undang yang berlaku agar tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan.

“Polri akan berpatokan dengan hukum, melakukan langkah hukum secara prosedural dan terukur agar kepentingan publik bisa terlindungi,” terang Boy.

Boy menjelaskan, polisi tidak dapat membubarkan Ormas anarkis begitu saja melainkan harus ada mekanisme peradilan yang harus ditempuh. Dia mengimbau agar Ormas selalu mengedepankan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia.

“Ada mekanisme enggak bisa serta merta dilakukan seperti itu (membubarkan). Ada proses peradilan yang harus ditempuh. Dalam hal ini secara umum Ormas bagi polri bagian dari kelompok masyarakat yang harus diperlakukan pembinaaan, penyuluhan, peningkatan kesadaran hukum dan enggak boleh beraktifits yang bertentangan dengan pancasila,” pungkasnya.(mb/okezone)

Related posts