Kasus Penyitaan HP Ilegal, Polda Kepri Pastikan Kasusnya Dilanjutkan

Ilustrasi

Metrobatam.com, Batam – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepeulauab Riau memastikan kasus penyitaan sebanyak 398 telepon genggam ilegal di Kantor PT TJ Batam pada 2 Desember 2016 masih ditangani.

“Kasusnya masih terus lanjut,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kepri Kombes Pol Bud Suryanto di Batam, Senin.

Read More

Ia mengatakan, pihaknya serius menangani kasus penyitaan telepon genggam asal Hongkong yang masuk secara ilegal ke Batam tersebut.

Kasubdit Industri Perdagangan dan Investasi Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Feby Depot Perlindungan Hutagalung sebelumnya mengatakan, lambatnya proses pemeriksaan telepon pintar ilegal asal Hongkong tersebut dikarenakan harus menunggu jadwal saksi ahli dari Kementerian Kominfo.

“Kominfo masih minta dijadwal ulang terus, karena saksi ahli itu juga melayani masalah serupa seluruh Indonesia,” kata dia.

Meskipun demikian, Polda Kepri masih terus menangani kasus telepon pintar ilegal tersebut. Kasus serupa yang ditangani sebelumnya juga masih diproses.

Telepon pintar yang disita tersebut diduga diselundupkan ke Indonesia dari Tiongkok. Alat komunikasi tersebut juga tanpa dilengkapi label berbahasa Indonesia dan tidak sesuai dengan persyaratan teknis yang berlaku.

Perangkat telekomunikasi yang ditemukan memuat keterangan merek hanpdone dengan menggunakan tulisan China dan “manual book” dengan tulisan China.

Jika terbukti melanggar hukum, kata dia, Polda Kepri akan mengenakan pasal 104 Jo Pasal 6 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan atau Pasal 52 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

(mb/Antara)

Related posts