Mendikbud: Tak Ada Rencana Mencabut Sekolah Gratis

Metrobatam, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan, tak akan mencabut kebijakan sekolah gratis. Ia menegaskan biaya program belajar 12 tahun akan tetap ditanggung negara.

“Jadi tidak benar pemerintah mau lepas tangan. Tidak ada rencana mencabut sekolah gratis itu,” tegas Mendikbud, dalam kunjungannya ke Makassar seperti tertuang dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (20/1).

Read More

Pernyataan tersebut dinyatakan Mendikbud untuk menanggapi isu di sosial media yang menyebutkan pemerintah akan mencabut kebijakan sekolah gratis. Menurutnya, justru saat ini pihaknya tengah gencar untuk mengalokasikan anggaran untuk memperkecil kesenjangan akses pendidikan untuk kalangan kurang mampu.

Keterbatasan dana melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) disadari benar oleh Mendikbud. Oleh karena itu ia ingin menggali partisipasi potensi masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui Komite Sekolah. Meski demikian Mendikbud melarang keras Komite Sekolah melakukan pungutan kepada mereka.

“Permendikbud tentang Komite Sekolah dimaksudkan untuk mendorong partisipasi masyarakat untuk memajukan pendidikan. Aturan ini dibuat untuk semakin memperjelas peran komite sekolah,” ujar Muhadjir.

“Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, termasuk mengenai penggalangan dana pendidikan. Bukan untuk mewajibkan pungutan,” terangnya.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, menggali potensi bukan berarti menarik dana orang tua siswa tapi mencari dana dari luar seperti alumni, CSR, maupun unsur lain dalam masyarakat.

“Sejak dulu SMA dan SMK memang tidak gratis. Kalau ada sejumlah daerah yang tidak mewajibkan biaya pendidikan di pendidikan menengah itu bisa saja. Penetapan iuran SPP itu memang kewenangan provinsi atau daerah dan sekolah,” tutur Mendikbud.

“BOS itu prinsipnya bantuan untuk sekolah agar dapat menyelenggarakan pelayanan minimal. Kalau sekolah ingin maju, tidak mungkin hanya mengandalkan dana BOS saja,” jelasnya.(mb/detik)

Related posts