SMA Santo Yusup Karimun Gelar Arcanesky SMASTY Cup II Edufair, Buka Wawasan Siswa soal Masa Depan

SMA Santo Yusup Karimun Gelar Arcanesky SMASTY Cup II Edufair, Buka Wawasan Siswa soal Masa Depan

KARIMUN, METROBATAM.COM – SMA Swasta Santo Yusup Karimun menggelar Arcanesky SMASTY Cup II Edufair di halaman Sekolah Santo Yusup, Kabupaten Karimun, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian event SMASTY Cup 2026, tetapi juga menjadi wadah bagi para siswa untuk memperluas wawasan mengenai pilihan pendidikan dan menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA.

Kepala SMA Swasta Santo Yusup Karimun, Devi Rosiana Simamora, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pengawas SMA, Ngantar Tarigan, S.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan Arcanesky SMASTY Cup II Edufair.

Dalam kegiatan itu, sejumlah rangkaian acara turut dilaksanakan. Sambutan disampaikan oleh Juliana Purba, S.Pd., selaku Koordinator Edufair, serta Pidawati Tarigan, S.Pd., selaku Koordinator Acara SMASTY Cup 2026.

Bacaan Lainnya

Menurut Devi, pelaksanaan Edufair memiliki tujuan penting bagi para siswa, khususnya dalam membantu mereka mempersiapkan masa depan sejak masih duduk di bangku sekolah.

Ia mengatakan, tidak sedikit siswa yang masih merasa bingung ketika harus menentukan pilihan setelah lulus SMA, termasuk dalam memilih perguruan tinggi maupun program studi yang sesuai dengan minat dan rencana masa depan mereka.

“Tujuan kegiatan SMA Santo Yusup Edufair ini adalah membuka pikiran anak-anak bahwa setelah lulus nanti mereka mau jadi apa. Karena pada realitanya masih banyak anak-anak yang bingung untuk melanjutkan perkuliahan di mana,” ujar Devi.

SMA Santo Yusup Karimun Gelar Arcanesky SMASTY Cup II Edufair, Buka Wawasan Siswa soal Masa Depan

Untuk itu, kehadiran berbagai perguruan tinggi dalam Edufair dinilai memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan informasi secara langsung mengenai pilihan pendidikan yang tersedia.

Devi mengapresiasi kampus-kampus yang hadir, baik dari Batam maupun Pulau Jawa, karena telah meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih sekali kepada pihak kampus yang datang dari Pulau Batam maupun Jawa dan sudah sempat hadir. Kehadiran Bapak Ibu sangat membantu kami mempersiapkan masa depan anak-anak kami, terutama dalam menentukan jenjang dan program studi mereka ke depannya,” katanya.

Ia berharap, setelah mendapatkan berbagai informasi mengenai perguruan tinggi dan jurusan, para siswa tidak lagi kebingungan ketika kelak ditanya orang tua mengenai rencana pendidikan mereka setelah lulus.

Menurutnya, peserta didik perlu dibekali informasi yang cukup mengenai berbagai jurusan dan bidang pendidikan agar dapat menentukan pilihan sesuai dengan minat serta rencana masa depan.

“Anak didik harus dibekali berbagai informasi tentang jurusan-jurusan yang nantinya akan berguna bagi mereka,” tuturnya.

Selain mengapresiasi pihak kampus dan para guru, Devi memberikan penghargaan khusus kepada OSIS SMA Santo Yusup Karimun yang dinilainya memiliki peran besar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia mengaku bangga melihat keterlibatan para siswa dalam mempersiapkan event, mulai dari merancang kegiatan hingga mencari dukungan dan sponsor.

“Terima kasih OSIS SMA Santo Yusup. Ibu bangga punya kalian. Tanpa anak-anak ibu, kegiatan ini tidak akan tercapai dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Devi, keterlibatan OSIS dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar menjalankan sebuah acara, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam berorganisasi, menyampaikan pendapat, bekerja sama, merancang kegiatan hingga membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

“Bapak ibu bisa lihat, ini adalah hasil desain anak OSIS. Tanpa siapa pun mereka luar biasa. Datang pagi, pulang malam, mencari sponsor. Mereka belajar berorganisasi, belajar bagaimana membuat event dan bagaimana menyampaikan pendapat. Sekali lagi, apresiasi kepada OSIS SMA Santo Yusup, luar biasa,” katanya.

Lebih jauh, Devi berharap pengalaman yang diperoleh para siswa melalui kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari kenangan dan kebanggaan mereka sebagai keluarga besar SMA Santo Yusup Karimun.

Ia ingin para siswa kelak memiliki rasa bangga ketika menyebut almamater mereka, bukan semata-mata karena kemeriahan event yang digelar sekolah, melainkan karena sekolah telah menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar serta mengembangkan diri.

“Jika nanti suatu saat kamu ditanya oleh orang lain, kamu lulusan mana, kami berharap kamu akan bangga berkata, kami adalah lulusan SMA Santo Yusup. Bukan karena event-nya yang selalu wah, tetapi karena kalian tahu bahwa sekolah ini adalah rumah yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Devi menambahkan, sekolah harus menjadi ruang bagi siswa untuk terus belajar, bekerja sama, membuka wawasan, sekaligus menemukan dan mengejar mimpi mereka.

Menurutnya, sebuah kegiatan pada akhirnya akan selesai. Panggung akan dibongkar dan pertandingan akan berakhir. Namun, nilai, pengalaman, kerja sama, serta pembelajaran yang diperoleh selama proses pelaksanaan kegiatan akan tetap menjadi bekal bagi para siswa.

“Event boleh selesai, panggung boleh dibongkar, pertandingan boleh berakhir, tetapi nilai dan pengalaman yang tumbuh dari prosesnya akan tetap tinggal. Mari bertanding dengan sportivitas, belajar dengan semangat dan saling menginspirasi,” pungkas Devi. (AF)

Pos terkait