Soal Tewasnya Taruna, Menhub Anggap Peristiwa STIP Memalukan

Metrobatam, Semarang – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menyebut peristiwa kekerasan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) merupakan hal yang memalukan. Menurutnya oknum dalam peristiwa itu berdampak pada pandangan masyarakat terhadap sekolah kejuruan yang berada di bawah Kementerian Perhubungan.

Hal itu diungkapkan di depan para taruna saat menjadi inspektur Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) saat menjadi inspektur upacara sebelum meresmikan Balai Mas Pardi PIP Semarang.

Read More

“Baru kemarin ada kejadian yang membuat kita malu, kita luka, seolah jadi institusi yang kurang beradab,” kata Menhub, Budi Karya, Kamis (12/1).

Kepada Taruna PIP Semarang, Menhub berpesan agar peristiwa di STIP tidak terulang. Ia menegaskan unsur seniorisasi harus dihilangkan dari pola pikir. “Tinggalkan cara-cara yang seolah senior lebih hebat, kemudian melakukan zalim dan kekerasan. Tinggalkan semua!” tegas Budi Karya.

Kementerian Perhubungan, lanjut Budi, tidak akan tinggal diam jika ada peristiwa serupa. Tindakan tegas akan langsung diambil termasuk proses hukum karena pemukulan seperti apapun sudah masuk tindak pidana.

“Apabila ada senior yang melakukan, tanpa melalui peradilan akan kami usut! Bisa diberhentikan,” ujarnya.

“Sikap itu untuk memberi dukungan agar anak-anak menjadi siswa-siswa menjadi patriot yang membawa kewibawaan,” imbuh Budi.

Usai upacara, Budi Karya berjalan menyalami para taruna dan memberikan pesan langsung agar tidak melakukan kekerasan terhadap juniornya. Kepada para siswa tingkat pertama, Budi Karya memberikan kata-kata penyemangat.

“Kamu jangan klemak-klemek, tapi adiknya jangan dipukuli,” ujar Menhub kepada siswa tingkat dua bernama Aryo.

Peristiwa yang dimaksud yaitu kekerasan yang menyebabkan salah satu taruna STIP tingkat I Angkatan Tahun 2016 Jurusan Nautika tewas. Korban bernama Amirullah Adityas Putra. Sedangkan para tersangka sudah ditangani kepolisian.

Dalam kunjungannya ke Semarang, Menhub juga meresmikan gedung baru PIP Semarang yaitu Balai Mas Pardi dan penandatanganan kerjasama PIP Semarang dengan sekolah Vokasi UGM dan Undip dalam rangka penyelenggaraan diklat pemberdayaan masyarakat untuk kompetensi dasar kepelautan.(mb/detik)

Related posts