Taruna Sekolah Pelayaran Tewas Dianiaya Senior, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Metrobatam, Jakarta – Seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirullah Adityas Putra, tewas diduga dianiaya seniornya. Polisi pun menetapkan 4 orang senior korban sebagai tersangka.

“Terduga pelaku 4 orang. Mereka para taruna tingkat 2 STIP,” ujar Kapolres Jakarta Utara Kombes Awal Chaeruddin kepada detikcom, Rabu (10/1).

Read More

Keempat pelaku yakni S, I, W, A. Saat ini keempatnya masih diperiksa di Mapolres Jakarta Utara. “Untuk motifnya masih kami dalami,” imbuhnya.

Penganiayaan terjadi pada Rabu (10/1) dini hari. Sebelumnya korban dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa korban tidak tertolong. Paman Amir, Nur Arifin, mengaku sudah mendapat penjelasan tentang dugaan kekerasan yang dialami Amir.

“Kata penyidik, ada kekerasan di bagian dada, ulu hati lebam. Menurut penyidik, tidak ada luka tusuk, hanya lebam saja. Saya foto wajahnya juga lebam,” kata Nur Arifin di tempat yang sama.

Keluarga meminta pihak STIP bertanggung jawab atas tewasnya Amirullah Adityas Putra. “Keluarga besar ingin (kasus ini) diusut tuntas, karena kejadian ini bukan pertama kali. Pada 2010 pernah terjadi, kenapa sekarang terjadi lagi. Sudah gitu di dalam kampus, tragisnya,” ujar Nur Arifin.

Nur mengatakan, saat awal Amirullah masuk STIP, sudah ada pengarahan tentang kekerasan. Pihak STIP kala itu berjanji tidak akan ada kekerasan lagi. “Ayah Amir sendiri yang ngasih pengarahan. Orang STIP bilang tidak akan terjadi kekerasan lagi,” ujarnya.

Untuk itu, Nur meminta pihak STIP bertanggung jawab atas kematian Amirullah. Menurut Nur, seharusnya ada kamera CCTV dan hal lainnya untuk pengawasan agar kekerasan tidak terjadi lagi.

“Berarti kan pengawasannya kurang, ini terjadi lagi, kurang efektif. Bisa jadi tahun depan terjadi lagi seperti ini. Padahal OSPEK sudah selesai, kenapa terjadinya sudah saat masuk sekolah,” katanya.

Karena itu, Nur ingin kasus ini diproses secara hukum. Keluarga menyerahkan penanganan kasus ini kepada penyidik polisi. “Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya karena nyawa sudah melayang,” tuturnya.

Pihak keluarga menyebut Amir, panggilan Amirullah, sebagai sosok pendiam dan tidak pernah bercerita tentang kondisi sekolahnya. “Baik anaknya, nggak pernah ngebantah, iya-iya aja. Makanya kalau dibilang dia ngelawan sama senior, nggak juga. Diem, nggak pernah curhat, nggak pernah ngeluh abis dipukul. Diem aja, nggak apa-apa kan, cuma bilang gitu, emang begitu sekolahnya, nggak ada pukul-pukulan, gitu bilangnya, nggak ada masalah,” kata ibu tiri Amir, Shanti Mira Puspa, saat ditemui di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (11/1).

Shanti juga mengungkap tentang kondisi kesehatan Amir. Menurutnya, 3 anak tirinya sudah pernah dicek kesehatannya dan semuanya sehat. Tiga anak tirinya yaitu Laksana Erwin Adityas Putra, Amirullah Adityas Putra, dan Amarullah Adityas Putra. Amir dan Amar adalah anak kembar.

“Habis tahun baru periksa. Bapak kalau periksakan nggak mau, saya bilang coba Amir bilang ke bapak mau periksa dong, akhirnya bapak mau diperiksakan bertiga nggak ada apa-apa, cuma kembarannya ada nikotin sedikit. Ini saya iseng cek kesehatan aja, tiga-tiganya sehat banget anaknya, cuma Sabtu kemarin itu dia pucet, dia bilang capek,” kata Shanti.(mb/detik)

Related posts