Ribuan Pekerja Batam Ikut Pelatihan dan Sertifikasi dari Dana IMTA

Para pencari kerja sedang mengikuti ujian seleksi pelatihan dan sertifikasi kerja di Batam Tourisme Polytechnic di Sekupang.

Metrobatam.com, Batam – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam menggelar pelatihan peningkatan kemampuan tenaga kerja. Sebanyak 2.326 pekerja di Batam berkesempatan mengikuti 29 jenis pelatihan dan sertifikasi.

Kegiatan yang diadakan antara lain sertifikasi dan uji kompetensi welding inspector, pelatihan welder level II SMAW dan GTAW sertifikasi TWI, pengawas scaffolding, inspectur rigger, welder level I, dan drafter autocad. Keenam jenis pelatihan ini diadakan baik untuk pekerja yang sedang bekerja mapun yang berpengalaman.

Read More

Pelatihan lainnya yaitu AK3 umum, K3 migas, medis, pelatihan dan sertifikasi kompetensi jurnalis, uji kompetensi HRD level asisten manajer, sertifikasi dan kompetensi food and beverage, pelatihan HRD supervisor. Kemudian sertifikasi dan uji kompetensi NDT PT, NDT MT, bartender, barista, Bahasa Inggris, culinary, bidang perhotelan, travel agency, pariwisata, serta kepelautan SKK 30 mil.

“Tahun ini kita mengadakan 49 jenis pelatihan dan sertifikasi. 20 jenis untuk 646 pencari kerja, 29 jenis sertifikasi untuk 2.326 pekerja,” kata Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, di Sekupang, beberapa waktu lalu.

Rudi mengatakan pelatihan ini dilaksanakan dengan menggunakan dana Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Total Rp 15 miliar dana IMTA yang digunakan untuk pelatihan dan peningkatan kemampuan pekerja di tahun 2017.

“Lebih banyak ke peningkatan kemampuan karena memang secara aturan IMTA fungsinya untuk itu, bukan untuk pencari kerja,” kata dia.

Animo masyarakat Batam untuk ikut pelatihan ini sangat tinggi. Terlihat dari jumlah pendaftar pelatihan pencari kerja yang tembus melebihi 5.000 orang. Sedangkan kuota hanya 646 peserta.

Oleh karena itu Disnaker menggelar seleksi untuk pelatihan pencari kerja ini. Seleksi dilaksanakan Sabtu-Minggu, 18-19 Februari lalu di Batam Tourisme Polytechnic di Sekupang.

“Kalau yang peningkatan kemampuan tenaga kerja, kami sudah sosialisasikan ke perusahaan. Jadi perusahaan yang koordinir. Untuk pekerja itu yang penting surat izin dari perusahaan, karena dia akan libur beberapa hari,” kata Rudi.

Mb/Mcb

Related posts