Kapolda Jabar Beberkan Motif Yayat Cahdiyat Ledakkan Bom Panci di Bandung

Metrobatam, Indramayu – Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan membeberkan motif teror bom panci di sekitar Taman Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung yang dilakukan Yayat Cahdiyat, pada Senin 27 Februari 2017.

“Motif pelaku meledakan bom panci itu untuk membebaskan tahanan dan pelaku pun bilang mereka tidak butuh polisi tetapi yang mereka ingin lawan itu Densus 88,” kata Anton Charliyan saat berkunjung ke Indramayu, Kamis (2/3).

Read More

Yayat Cahdiyat yang tewas ditembak polisi di Kantor Kelurahan Arjuna sesaat usai meledakkan bom panci, diketahui merupakan resedivis kasus terorisme. Dia pernah dipenjara. Namun, saat ini masih ada beberapa rekan yang sama kasus dengannya dipenjara.

Anton menyebutkan bahwa motif korban meledakkan bom panci untuk menunjukkan eksitensi kelompoknya sekaligus agar polisi mau membebaskan mereka.

Polisi sudah menggeledah beberapa tempat untuk menyelidiki teror bom panci pasca-kematian pelaku. Yayat diketahui merupakan jaringan JAD dan pihaknya sedang melakukan pengembangan kasus ini untuk mencari jaringan lainnya.

“Gerakan radikal di Jawa Barat ini ratusan bukan cuma satu, pergerakan teroris yang akan melakukan ledakan tidak mudah dianalisa,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan beberapa antisipasi karena terorisme bukan hanya merupakan ancaman secara fisik, tapi juga pemahaman radikalisme tentang ideologi dan keyakinan.

“Kita harus memperkuat diri kita untuk membentengi bagaimana diri kita tidak terjebak dengan paham radikalisme,” pungkasnya.(mb/okezone

Related posts