NasDem: PDIP akan Bergabung Dukung Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar

Metrobatam, Jakarta – Partai NasDem siap mengusung Ridwan Kamil untuk maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat pada 2018 mendatang. Sekjen NasDem Viktor Laiskodat memberi ‘bocoran’ ada parpol lain yang akan ikut bergabung mendukung Wali Kota Bandung tersebut dalam bursa Cagub Jabar.

“Kader terbaik bangsa pasti banyak partai yang gabung,” ujar Viktor saat berbincang dengan detikcom, Rabu (15/3).

Read More

Salah satu partai yang disebut memiliki kemungkinan terbesar akan ikut bergabung mendukung Ridwan Kamil yakni PDIP. Viktor mengatakan hal itu bisa saja terjadi apalagi melihat dari hasil sejumlah survei. “PDIP sekitar 80 persen pasti bergabung (mendukung Ridwan Kamil),” ungkap Viktor.

Selain PDIP, partai lain yang juga dikabarkan akan merapat di barisan parpol pendukung Ridwan Kamil yakni Golkar. Namun belum ada konfirmasi lebih lanjut terkait hal tersebut. “Golkar bisa saja,” ucap Viktor singkat.

Sebelumnya, NasDem telah melakukan komunikasi dengan Ridwan Kamil soal pencalonan sebagai Cagub Jabar. Alasan memilih pria yang akrab disapa Kang Emil maju sebagai cagub yakni sosoknya memiliki rekam jejak yang bersih.

“Yang bersangkutan berhasil jadi Wali Kota Bandung. Tidak terindikasi melakukan tindak pidana korupsi. Itu jadi alasan pragmatis dan alasan strategis NasDem memilih calon kepala daerah yang memiliki integritas dan elektabilitas yang baik,” kata Viktor saat berbincang dengan detikcom.

Emil juga telah melakukan sejumlah komunikasi politik dengan parpol. Seperti PKS, Gerindra, PDIP, Hanura, NasDem dan PPP. Namun baru NasDem yang terang-terangan mendeklarasikan dukungan kepada dirinya.

Ridwan Kamil sendiri mengaku banyak mendapat dukungan untuk maju menjadi calon Gubernur Jabar 2018. Sebelum bertarung di Pilgub Jabar, pria yang karib disapa Emil itu bakal menyelesaikan program pembangunan di Kota Bandung yang telah direncanakan.

Hal tersebut dikemukakan menanggapi penyataan relawan pemenangan Ridwan Kamil pada Pilkada 2013, yakni RKBDG, yang menilai sebaiknya Emil melanjutkan kepemimpinan di Kota Bandung pada periode 2018-2023.

“Intinya mah mereka tetap mendukung apa pun keputusan saya. Jika keputusannya dua periode, mereka lebih suka. Tapi tolong wakilnya yang baru harus bisa mengimbangi. Tapi, jika ke Jawa Barat juga tetap mendukung. Tapi tolong, dicarikan pengganti wali kotanya yang kompetensinya sama. Tentunya saya ucapkan terima kasih, kan begitu. Karena saya kalau ikut gubernur pun kan ke Bandungnya selesai 5 tahun,” ujar Emil kepada detikcom melalui telepon, Rabu (15/3) malam.

Soal program-program dan rencana-rencana pembangunan Kota Bandung yang dinilai belum tuntas, Emil mengaku akan berusaha menyelesaikannya dalam sisa waktu dua tahun ini.

“Untuk mimpi-mimpi yang belum sampai, kan ada dua tahun anggaran lagi yang belum dibelanjakan. Jadi tong hariwang (jangan khawatir). LRT kan ini sudah 90 persen. Masih ada 2017 proyek-proyek spekta yang akan hadir belum kelihatan. 2018 masih banyak. Reformasi birokrasi kurang ini kurang itu, ya saya pecut lagi dalam dua tahun. Jadi tong hariwang, saya akan menyelesaikan apa yang saya mimpikan,” tegasnya.

Dalam jumpa pers yang digelar di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (15/3) siang tadi, RKBDG menginginkan Ridwan Kamil tetap meneruskan perjuangannya di Kota Bandung.

“Dalam mengambil keputusan terbaik kelak, RKBDG menghormati sepenuhnya hak Kang Emil dalam menentukan sikap. Namun RKBDG menilai sebaiknya Kang Emil melanjutkan kepemimpinan di Kota Bandung periode 2018-2023,” ujar salah satu perwakilan komunitas, Arfi Rafnialdi.

Bukan tanpa alasan RKBDG menginginkan Emil melanjutkan kepemimpinannya di Kota Bandung. Relawan menilai pembangunan di Kota Bandung perlu berkesinambungan untuk mewujudkan mimpi Bandung Juara.(mb/detik)

Related posts