Ternyata Tak Hanya “Dijual” Rp16 Juta, Bocah SD Ini Dicabuli dan Diancam Dibunuh

Metrobatam, Medan – Nasib malang menimpa bocah perempuan berinisial PN (Putri Naibaho) (14) yang diduga jadi korban pencabulan seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di rumah sakit milik pemerintah di Kota Medan.

Selain diduga jadi korban pencabulan, PN juga diduga dimanfaatkan oleh ayah kandungnya, SN (Simon Naibaho) (40) yang meraup uang Rp16 juta dari oknum PNS tersebut agar kasus pencabulan yang dialami PN tidak diproses hukum.

Read More

Sementara itu, korban juga mengakui jika ia sudah sering dicabuli di rumah pelaku MS (39) pada saat anak istri pelaku sedang tidak berada dirumah. Setiap mengajak, korban selalu diimingi uang jajan Rp 10 ribu.

“Iya om, sudah sering saya digituin. Pertamanya pas malam-malam. Saya lagi main tali karet di depan rumah, terus dipanggil uwak itu. Baru saya dibawa ke kamarnya. Anaknya dan istrinya lagi dirumah opungnya gak jauh dari situ,” ucap bocah SD ditemani ibunya, SH (30) di Mapolrestabes Medan, Jumat (10/3).

Menurut bocah polos berambut ikal ini lagi, setiap dicabuli, ia kerab diancam akan dibunuh pakai pisau, kalau perbuatan bejat yang di perbuat terhadapnya diceritakan kepada orang lain.

“Pas di dalam kamarnya, baju dan celana saya dibuka semua. Saya kesakitan dan menjerit, tapi mulut saya ditutupi pakai tangannya,” celotehnya.

Usai melampiaskan nafsu birahinya kepada bocah tersebut, pelaku pun menyuruhnya pulang. Korban yang kesakitan di bagian selangkangannya, lantas mengeluh kepada kakek dan ayahnya.

“Anak saya sampai jatuh sakit, lalu opungnya membawanya ke rumah sakit. Dari keterangan di rumah sakit menurut informasi yang saya peroleh, kemaluan anak saya sudah robek dan dia sudah berulang kali digituin,” sambung, ibu korban.

Beberapa jam berkonsultasi dan menceritakan kejadian yang menimpa anaknya kepada petugas SPKT Polrestabes Medan, korban bersama ibu dan warga yang menemaninya terpaksa kembali pulang ke rumah, lantaran seluruh bukti seperti, Kartu Keluarga (KK) maupun akte lahir anaknya, berada dirumah mantan suaminya.

Maka dari itu, lanjut ibu korban, ia dan ditemai keluarga serta warga yang mendukungnya, berencana mendatangi sekolah korban untuk meminta surat keterangan dan lapor anaknya.

“Tadi disuruh polisi bawa berkas atau surat keterangan mengenai anak saya, makanya kami bingung. Warga sudah banyak yang mau jadi saksi. Besok lah kami ke sekolahnya minta data anak saya. Paginya kami melapor kesini lagi,” sebut ibu korban, sembari berlalu dan meninggalkan Polrestabes Medan.

Pemberitaan sebelumnya, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial MS yang bekerja di rumah sakit pemerintahan berinisial MS diduga telah mencabuli PN. Dari pengkuan PN, dia diberikan uang Rp10 ribu setiap kali dicabuli oleh MS.

Atas peristiwa itu, ibu korban SH sempat mengadu ke Mapolrestabes Medan. Dijelaskan nya pencabulan terhadap anaknya terjadi di perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang. (mb/okezone)

Related posts