Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Netizen Langsung Gaduh

Metrobatam, Jakarta – Majelis hakim memutuskan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersalah dalam kasus penodaan agama, sehingga dijatuhi vonis 2 tahun penjara. Netizen langsung gaduh menanggapi kasus yang memang menyita perhatian ini.

Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataan soal Surat Al Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Bacaan Lainnya

“Menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terbukti secara sah dan meyakinkan, bersalah melakukan tindak pidana melakukan penodaan agama,” kata Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto membacakan amar putusan dalam sidang Ahok di auditorium Kementan.

Pro kontra tetap mewarnai pendapat netizen soal putusan tersebut. “Seharusnya Ahok pasrah terima putusan. Pidana 2 tahun bila diambil real-nya setelah remisi dan pembebasan bersyarat bisa dijalani 1 tahun,” tulis seorang netizen di Twitter.

“Orang bener di penjara, ga bener di elu elu kan, kapan maooo maju nyaaa, God with you pak ahok,” tulis netizen lain yang pro kepada Ahok.

“Ahok di vonis 2 tahun penjara. Sedih mendengarnya tapi keputusan hakim harus dihargai,” tulis yang lainnya.

“Sudah menista agama Ahok tidak merasa bersalah pantas dipenjara 5 tahun atau lebih,” sebut mereka yang menganggap Ahok memang bersalah.

Sepertinya topik tentang vonis Ahok ini akan segera merajai trending topic di Twitter. Dan juga hampir dipastikan ramai dibahas di media sosial lain seperti Facebook bahkan Instagram.

Putusan Apapun Kami Hormati

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku belum mengikuti jalannya sidang vonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara lengkap. Namun demikian, Djarot menghormati apapun putusan hakim itu.

“Saya belum ngikutin putusan lengkap seperti apa,” ujar Djarot usai memimpin rapat di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/5).

Djarot menyebut dirinya dan Ahok tidak pernah membicarakan soal rencana ‘cadangan’ soal vonis. Apabila bertemu Ahok, Djarot menagatakan mereka hanya membicarakan soal penyelesaian tugas mereka hingga Oktober 2017 mendatang.

“Nggak ada (rencana cadangan). Kami jalan terus, kami nggak pernah mikirkan, berandai-andai ya. Berandai-andai gitu ya tentang putusan ini. Yang kami ketemu selalu mikirkan bagaimana kami menyelesaikan tugas ini sebaik-baiknya sampai Oktober 2017. Jadi kami nggak pernah berandai-andai ketika saya ngobrol dengan Pak Basuki,” ujar Djarot.

“Tapi yang selalu saya sampaikan adalah ya sudah kami serahkan saja pada hakim, keputusan apapun harus kami hormati karena kami negara hukum,” lanjutnya.

Ahok divonis 2 tahun penjara. Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Majelis hakim juga memutuskan Ahok ditahan.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno enggan berkomentar mengenai hal tersebut.

“Saya nggak mau berkomentar karena itu masalah hukum. Kami fokus pada warga DKI tentunya. Warga itu menuntut lapangan kerja, penghasilan lebih meningkat. Kami akan fokus pada itu,” kata Sandiaga di Pulau Genteng, Kepulauan Seribu, Selasa (9/5).(mb/detik)

Pos terkait