Komisi VIII: Hukum Maksimal Pelaku Pesta Gay di Kelapa Gading!

Metrobatam, Jakarta – Wakil ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menanggapi soal penggerebekan pesta gay bertajuk ‘The Wild One’ di Kelapa Gading, Jakut. Ia meminta para pelaku ditindak tegas.

“Jangan pernah terpikir untuk membuat UU Legalitas LGBT, bahkan sebaliknya kita harus mencegah dengan keras dan menghukum dengan maksimum para pelanggar hukum tersebut. Kepada aparat keamanan dan atau penegak hukum diminta lebih waspada, cermat, cepat, dan tegas menindaknya,” ujar Sodik melalui pesan singkat, Senin (22/5).

Bacaan Lainnya

Sebagai komisi yang membidangi isu sosial dan keagamaan, komisi VIII DPR menilai budaya gay atau menyukai sesama jenis sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Oleh karenanya, masyarakat diminta menjaga jati diri bangsa.

“Kultur dan sejarah bangsa kita sebagai bangsa timur sangat beda dengan kultur dan sejarah bangsa barat. Khusus bangsa Indonesia kulturnya diperkuat dalam rumusan-rumusan Pancasila khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab,” kata Sodik.

Sodik juga meminta partisipasi dari seluruh elemen masyarakat untuk mencegah masuknya budaya asing yang menyimpang. “Kepada seluruh masyarakat khususnya orang tua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan para pemimpin lainnya untuk secara solid bersama-sama mencegah budaya ini,” jelas Sodik.

Seperti diketahui, event pesta gay ‘The Wild One’ di Kelapa Gading, Jakarta Utara digerebek polisi. Ada 141 orang yang diamankan termasuk pemilik usaha hingga gigolo.

Dari lokasi itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa kondom, tiket, rekaman CCTV, fotokopi izin usaha, uang tip striptis, kasur, iklan event ‘The Wild One’, dan handphone yang digunakan untuk broadcast. Operasi itu digelar oleh Polres Jakarta Utara yang dipimpin Kasat Reskrim AKBP Nasriadi.

Penggerebekan berlangsung pada Minggu (21/5) pukul 19.30 WIB. Lokasi event itu berada di PT Atlantis Jaya, Ruko Kokan Permata Blok B 15-16, Kelapa Gading, RT 15/RW 03, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Lokasi itu terdiri dari 3 lantai.

Sementara itu PPP mengutuk keras pesta itu. “PPP mengutuk keras, karena hubungan sesama jenis tidak sesuai ajaran agama manapun,” kata Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha kepada wartawan, Senin (22/5).

Tamliha mengatakan tak ada satupun agama yang membenarkan hubungan sesama jenis. Sudah selayaknya pesta-pesta semacam ‘The Wild One’ diberantas. Namun polisi tak boleh berhenti hanya pada para peserta pesta, tapi juga harus meringkus fasilitator pesta-pesta gay.

“Jangan pemainnya saja, tapi pemilik usahanya juga harus ditangkap. Kan tidak mungkin pesta itu bisa terlaksana kalau tidak ada yang menfasilitasi tempatnya,” ujar Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan I ini.

Pesta gay tersebut digelar di Ruko Kokan Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading RT 15 / RW 03 Kelapa Gading Barat. Polisi melakukan penggerebekan pada pukul 19.30 WIB Minggu (21/5) malam.

Ada 141 orang yang diamankan dari pesta itu. Sejumlah barang bukti juga disita, di antaranya kondom dan uang tip untuk tarian striptis.(mb/detik)

Pos terkait