Ratu Swedia Harapkan Batik Indonesia Semakin Berkembang

Metrobatam, Jakarta – Ratu Swedia Silvia memiliki ketertarikan pada hal-hal yang bersifat tradisional di Indonesia. Salah satu ketertarikannya adalah batik yang dinilai sebagai ciri khas Indonesia.

Sang Ratu mengharapkan Indonesia dapat lebih mengkreasikan batik dan menjadikannya salah satu sustainable fashion. Menurutnya, batik telah menjadi ciri khas Indonesia yang pembuatannya sangat natural dan bisa diaplikasikan dalam fesyen modern.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Ratu Silvia saat menghadiri acara Jakarta Creative Hub yang diselenggarakan Femina Group di Graha Niaga Thamrin, Selasa (23/5).

Ratu Silvia tampil cantik dalam balutan blazer putih bercorak hitam dan blus hitam. Tidak ketinggalan, rok selutut dengan warna dan corak sama seperti Blazer yang dikenakannya.

Tampilan rambut yang tertata rapi serta kalung yang minimalis membuat penampilan Ratu Silvia begitu elegan. Sepatu hak tinggi berwarna putih hitam yang digunakannya membuatnya terlihat santai.

Kedatangan Ratu Silvia di Jakarta Creative Hub pun disambut oleh istri dari Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Happy Djarot. Wanita yang sekarang menjadi ibu gubernur itu pun tampil cantik dengan terusan berwarna pink.

Bersama Happy, Ratu Silvia pun mencanting kain batik. Tidak malu-malu, Ratu Silvia diajarkan mencanting oleh salah satu pengajar canting di Rusun Marunda, Mulyadi.

Ratu Silvia menyebut, Indonesia memiliki banyak pekerja industri fashion baik secara modern maupun tradisional. Banyaknya pekerja fashion dapat menciptakan peluang bisnis yang begitu besar.

“Usaha tekstil dan fashion saat ini sudah begitu besar. Tidak ketinggalan juga Indonesia. Dan, hal itu juga berlaku dengan industri rumahan yang tidak sedikit,” ujarnya saat memberi sambutan.

“Saya berharap, Indonesia semakin maju untuk mengembangkan fashion seperti batik. Terutama untuk mengedepankan sustainable fashion yang begitu besar manfaatnya,” tuturnya kemudian.

Sustainable fashion yang dimaksudnya itu adalah fashion berkelanjutan yang mengedepankan keramahan terhadap lingkungan. Biasanya, fashion itu menggunakan bahan-bahan lokal, pewarna ramah lingkungan dan mengurangi impor supaya tidak menyisakan jejak karbondioksida.

Ratu Silvia menilai, peluang bisnis yang begitu besar tidak menutup kemungkinan kerjasama antara Indonesia dan Swedia nantinya. Menurut dia, kiprah batik telah diminati oleh banyak orang.

Ketertarikan Ratu Silvia tidak hanya kepada batik Indonesia. Usai mengunjungi Jakarta Creative Hub, dia telah dijadwalkan untuk mengunjungi Museum Keramik di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait