Kapospol Pantai Cermin Terlibat Mafia Narkoba, Kapolri: Pengkhianat

Metrobatam, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyesalkan keterlibatan Kapospol Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Sumut, berinisial SH dalam penyelundupan 45 kilogram sabu. Kapolri menyebut Kapospol SH sebagai pengkhianat.

“Kalau ada (yang terlibat pengedaran narkoba), berarti dia sudah menjadi pengkhianat bagi kita (Polri),” kata Tito di gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/7).

Bacaan Lainnya

Tito menegaskan anggota yang melakukan pelanggaran akan diproses hukum. Tito mengaku sudah memberi instruksi pada jajarannya untuk menindak tegas termasuk menembak oknum yang terlibat mafia narkoba, jika mendapat perlawanan saat melakukan upaya penangkapan.

“Kita akan proses hukum. Kalau ngelawan waktu ditangkap, saya perintahkan kepada anggota, anggota polisi yang menjadi pengedar bandar narkoba, ngelawan, tembak saja,” tegas Tito.

Kapospol SH ikut ditangkap tim Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama 9 orang tersangka peredaran gelap sabu di Sumut pada Sabtu (15/7). Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan tersangka SH mengaku sudah 5 kali membantu penyelundupan narkoba jenis sabu di wilayah Pantai Cermin.

“Pengakuannya baru lima ikut jaringan ini. Tapi saya tidak percaya kalau dia baru lima kali,” ujar Buwas di kantor BNN, Cawang, Jaktim, Kamis (20/7).

Dalam jaringan ini, SH diduga berperan sebagai pengawal dan meloloskan sabu seberat sekitar 45 kg hingga berpindah tangan ke pemesan. Buwas menyebut SH mendapat upah Rp 125 juta untuk sekali mengawal.(mb/detik)

Pos terkait