oleh

Diajak Kapolri Ikut Usut Teror ke Novel, Ini Jawaban KPK

Metrobatam, Jakarta – KPK menyebut belum ada tim bersama-sama dengan Polri dalam rangka investigasi teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Lagipula, KPK menyebut bila investigasi kasus Novel merupakan ranah pidana umum yang berarti di luar kewenangan KPK.

“Belum ada tim, dalam artian tim yang bersama-sama melakukan investigasi, seperti yang disampaikan Kapolri. karena investigasi tersebut bersifat pro yustisia dan berada di ranah pidana umum, tentu kewenangan saat itu berada di Polri,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi, Selasa (1/8).

Namun KPK menyambut positif pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, kemarin. KPK pun siap berkoordinasi dengan Polri selanjutnya dalam rangka penuntasan kasus Novel.

“Tentu, kita mencoba melihat pertemuan Kapolri ke Presiden kemarin sebagai hal positif. Perhatian Presiden pada teror terhadap Novel yang sejak awal langsung mengutuk dan memerintahkan Kapolri, dan setelah 111 hari kemudian memanggil Kapolri perlu kita hargai. Harapannya setelah ini ada percepatan pengusutan hingga pelaku ditemukan,” ujar Febri.

Pada Senin kemarin, Tito menjawab tentang desakan publik akan pembentukan tim gabungan pencari fakta yang melibatkan unsur sipil. Tito menegaskan sudah ada tim bentukan Polri yang juga membuka keterlibatan KPK.

“Saya pikir kita harus percaya kepada institusi KPK karena teman-teman di KPK kan cukup kredibel. Kalau saja dibentuk tim gabungan independen, misalnya, ini kan sifatnya mencari fakta, bukan melakukan investigasi. Kalau mencari fakta beda dengan investigasi,” ujar Tito di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Tito mengatakan investigasi dapat melakukan penyelidikan lebih mendalam sampai menemukan data mentah. Tim investigasi bahkan dapat melakukan analisis IT untuk mengungkap kasus tersebut.

Tito mengakui kinerja polisi dalam mengusut kasus Novel selama ini dipandang kurang kredibel. Untuk itu, pihaknya meminta publik mempercayakan pengusutan kasus tersebut kepada Polri dan tim KPK yang dinilai kredibel.

“Nah selama ini juga tim Polri bekerja, oke kalau mungkin misalnya kalau dianggap kurang kredibel, saya kira tim dari KPK sangat dipercayai publik, dan kredibel. Oleh karena itulah kita berpikir kenapa tidak digabungkan dengan KPK supaya bersama-sama, sebaiknya kita percayai kedua lembaga ini, baik Polri dan KPK,” tuturnya.(mb/detik)

News Feed