BNN Tangkap Kepala Rutan Purworejo, Terima Rp 300 Juta dari Tersangka Narkoba

Metrobatam, Purworejo – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Purworejo, Jawa Tengah, ditangkap tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan BNN Provinsi Jawa Tengah kemarin siang. Meski demikian, para staf dan pegawai rutan Purworejo tidak mengetahui penangkapan hingga dugaan keterlibatan Karutan dalam pengendalian narkoba.

Karutan Purworejo, Cahyono Adhi Satriyanto (42) ditangkap oleh tim gabungan BNN dan BNN Jawa Tengah pada Senin (15/1) siang. Pihak pegawai dan staf rutan ketika itu tidak mengetahui secara persis bahwa pimpinannya siang itu telah ditangkap terkait dengan dugaan keterlibatan pengendalian narkoba.

Read More

Kasubsi Pengelolaan Rutan Purworejo, Supriyanto (52) bercerita, Karutan kelas 2 B itu bekerja di kantor seperti biasa kemarin. Siang harinya ada beberapa tamu ditemuinya yang kemudian diantarkannya keluar rutan. Namun sejak saat itu pula Cahyono tidak kembali masuk ke ruangannya hingga saat ini.

“Kemarin itu kan katanya ada jadwal rapat di Semarang, terus ada beberapa tamu yang datang mungkin itu sekalian transit terus mau berangkat bareng ke Semarang. Mereka kemudian keluar sama-sama, tapi bapak juga nggak pamit kalau langsung mau rapat,” kata Supriyanto (52) ketika ditemui detikcom, di rutan Purworejo Jalan Mayjen Sutoyo No 61, Senin (16/1).

Supriyanto melanjutkan bahwa biasanya atasannya itu ketika jam istirahat sering keluar untuk pulang atau makan. Siang kemarin, kepergian Cahyono sendiri tidak diketahui secara pasti apakah mengantar tamu terus pulang istirahat ataukah langsung berangkat ke Semarang.

“Rumahnya kan dekat itu di mess sebelah selatan sini, kalau jam istirahat biasanya pulang makan. Makanya kami tidak tahu kemarin itu persisnya ke mana. Tahu-tahu kok dengar kabar dari media kalau bapak ditangkap BNN,” lanjutnya.

Sementara itu, hal tak jauh beda juga diungkapkan oleh petugas keamanan rutan, Teguh Budiono (54). Siang kemarin Karutan hanya berpamitan kepadanya untuk keluar sebentar seperti hari-hari biasanya.

“Ya biasa, sini kan semua barang atau orang keluar masuk harus izin. Kemarin bapak izin seperti biasa mau keluar sebentar gitu, nggak tahu kalau ternyata ditangkap BNN,” tutur Teguh.

Cahyono baru sekitar 3 bulan menjabat sebagai karutan Purworejo yakni sejak Oktober 2017. Sebelumnya ia mendapat amanat sebagai kalapas narkotika Nusakambangan Cilacap.

Menurut Teguh, tidak ada gelagat aneh atau mencurigakan selama bertugas di Purworejo. Beberapa tamu yang ditemui juga tidak ada yang mencurigakan, bahkan semua tamu diterima secara terbuka di ruang lobi.

Menurutnya, Cahyono dikenal baik dan tegas terhadap anak buahnya. Sehingga dia tidak disangka jika kini Cahyono telah ditangkap BNN karena kasus dugaan keterlibatan pengendalian narkotika.

“Orangnya baik, kami sempat nggak percaya jika bapak terlibat kasus itu. Bagaimanapun juga itu bapak kami, jadi kami ya berdoa saja yang terbaik buat beliau,” pungkasnya.

Terima Rp.300 Juta

Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Ade Kusmanto menyebutkan, Cahyono Adhi yang diciduk BNN dan BNNP karena menerima aliran dana Rp 300 juta dari tersangka narkoba saat menjabat KPLP Lapas Nusakambangan, saat ini sudah dibebastugaskan dari jabatannya.

“Pihak Ditjen Pemasyarakatan mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba di lapas maupun rutan. Terkait keterlibatan CAS (Cahyono) dalam jaringan narkoba, CAS sudah dibebastugaskan dan sementara ditunjuk (plh) pelaksana harian dari Kabapas Klaten. Sementara keamanan Rutan Purworejo ditangani oleh kepala keamanannya tahun 2017,” ujar Ade, Rabu (17/1).

Selain itu, Ditjen Pemasyarakatan memaparkan sudah ada 18 pegawai lapas lainnya yang dipecat karena terlibat kasus narkoba. Pemecatan tersebut, kata Ade, sebagai komitmen Ditjen Pemasyarakatan dalam memberantas peredaran narkoba.

“Menurut data kepegawaian bahwa 18 orang petugas pemasyarakatan diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat karena terlibat perkara narkoba. Ini merupakan bukti keseriusan dari Ditjen Pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM memberantas peredaran gelap narkoba,” ujarnya.

Sebelumnya, Cahyono ditangkap pada Senin (15/1) di warung dekat Rutan Purworejo. Cahyono bersama tiga tersangka lainnya telah diterbangkan menuju kantor BNN di Jakarta pada Selasa (16/1) sore.

“Kasusnya TPPU (tindak pidana pencucian uang),” kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jateng AKBP Surpinarto.

Dalam kasus ini, Sancai juga sempat diamankan seorang perwira polisi pada Desember 2017. Dugaannya adalah penyuapan dari perwira polisi berinisial AKP KW yang berusaha memberikan uang kepada anggota BNNP Jateng terkait kasus Sancai. (mb/detik)

Related posts