Pemkab Kendal Siapkan Lapak Sementara Bagi Pedagang Pasar Weleri

Keterangan: Paguyuban Pedagang Pasar Weleri saat mediasi dengan Plt Ka Disdag Kendal. ( Dok. foto: Adang).

KENDAL (Metrobatam.com) – Pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Weleri 1 Bangkit Kabupaten Kendal Jawa Tengah, melakukan mediasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kendal, Senin (16/11/2020), di ruang pertemuan terbuka DPRD Kendal.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Komisi B DPRD Kendal tersebut membahas tentang relokasi pedagang Pasar Weleri.

Bacaan Lainnya

Diketahui, pada Kamis 12 Nopember 2020 lalu, seluruh bangunan Pasar Weleri yang terdiri 236 kios dan 1.653 los beserta barang dagangan milik para pedagang, terbakar habis tanpa sisa.

Pada kesempatan tersebut, Yanuar selaku Plt Kepala Disdag Kabupaten Kendal, mengatakan bahwa untuk sementara para pedagang akan direlokasi ke area terminal Weleri dengan dibuatkan lapak berupa tenda darurat.

“Para pedagang akan dibuatkan lapak sementara menggunakan tenda seperti yang ada di alun-alun Kendal. Untuk itu, saya minta kesediaan dari para pedagang untuk bongkar muat dagangannya, serta menjaga lapak tenda sementara tersebut”, jelas Yanuar

Adanya isu yang beredar bangunan Pasar Weleri yang terbakar akan dipindah ke tempat lain dan lahan yang ditempati bangunan pasar saat ini ada sebagian adalah milik PT KAI, tak ayal telah menimbulkan keresahan di kalangan para pedagang.

Menanggapi hal tersebut, Yanuar menegaskan bahwa isu yang bergulir adalah tidak benar.
“Lahan yang ditempati Pasar Weleri saat ini adalah sepenuhnya milik Pemerintah Kabupaten Kendal dan Pasar Weleri akan tetap dibangun di tempat yang sama”, tukas Yanuar.

Sementara itu terkait dengan relokasi, Yanuar menyampaikan bahwa untuk relokasi bagi para pedagang yang terkena musibah dan terdampak kebakaran, diharapkan pada bulan Januari 2020 area relokasi telah siap untuk ditempati dan dapat digunakan untuk berdagang.

Di kesempatan yang sama, Dian Alfat Muhammad Ketua Komisi B DPRD Kendal, usai pertemuan mengatakan, adanya isu yang berkembang mengenai lahan pasar masih ada kaitannya dengan PT KAI, dirinya meminta kepada Pemkab Kendal agar dilakukan kajian, untuk memastikan status kepemilikan lahan tersebut.

“Harus ada kepastian terkait dengan lahan tersebut, apakah benar ada sebagian tanah yang milik PT KAI atau memang seluruhnya milik Pemkab Kendal”, ungkap Dian.

Warno selaku Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Weleri 1 Bangkir, menyampaikan ucapan terima kasih kepada DPRD Kabupaten Kendal, atas terselenggaranya pertemuan dengan Komisi B dan Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal.

“Dari pertemuan ini, sekarang kami sudah mendapatkan kepastian tentang relokasi untuk para pedagang yang jumlahnya mencapai 1.799 orang. Dan kami berharap, pembangunan Pasar Weleri 1 bisa segera terealisasi”, ucap Warno.

(Ad.Pur)

Pos terkait