Komisi III DPRD Kepri Tinjau Pembangunan SUTT 150 KV

  • Whatsapp
banner 468x60

Metrobatam.com, Batam – Pada era demokrasi saat ini banyak opini yang terjadi di masyarakat terkait dengan masalah pembangunan infrastruktur Nasional, pembangunan jalan tol, jembatan dan termasuk pembangunan PLN diantaranya pembangunan pembangkit maupun  jaringan listrik PLN lainnya.

bright PLN Batam sebagai perusahaan energi utama di wilayah Batam dan sekitarnya selalu siap dalam upaya pemenuhan kebutuhan listrik untuk pertumbuhan ekonomi serta siap mendukung program pembangunan yang digalakkan oleh Pemerintah Kota Batam. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah program pembangunan jaringan transmisi SUTT 150 KV Batu Besar – Nongsa untuk meningkatkan keandalan listrik.

Bacaan Lainnya

Pembangunan SUTT 150 KV PLN Batam dilaksanakan dalam rangka memenuhi peningkatan layanan masyarakat, yaitu masalah keandalan pelayanan kelistrikan kota Batam, sehingga bermacam- macam opini yang timbul di masyarakat, karena masyarakat mempunyai pemikiran dan pengetahuan yang berbeda-beda terkait kelistrikan dan ini dibuktikan dengan adanya penolakan di beberapa kalangan masyarakat  dan ada juga yang mendorong agar PLN Batam mempercepat pembangunan SUTT 150 KV Batu Besar- Nongsa tersebut.

Vice President of Public Relation (VPPR) bright PLN Batam Bukti Panggabean, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur PLN Batam tersebut harus segera dilaksanakan mengingat perlunya peningkatan keandalan kelistrikan di Batam pada umumnya terkhusus daerah Batu Besar-Nongsa.

Selain untuk memperkuat dan meningkatkan keandalan pasokan listrik, pembangunan transmisi SUTT 150 KV ini sebagai bentuk kesiapan bright PLN Batam dalam menjaga keberlangsungan industri. Terutama semenjak ditetapkannya Keputusan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) dan KEK MRO Batam Aero Technic (BAT) pada Juli 2020 lalu.

Masalah jaminan kesehatan masyarakat sekitar, Bukti  menyebutkan bahwa hal tersebut sudah ada jaminan dan standard internasional yang mengatur tentang jarak aman yaitu secara horizontal 8 meter dan vertical 5 meter.  Bukti juga menegaskan bahwa pembangunan SUTT ini juga bukan yang pertama sekali di Batam . Sebelumnya ada beberapa jaringan SUTT 150 KV diantaranya  Tanjung  Sengkuang- Baloi, Sei Harapan- Tanjung uncang dan jaringan tersebut telah  beroperasi sejak tahun 2006 lalu.

Kemudian beredar isu terkait radiasi , bahwasanya radiasi SUTT dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia. “Hal tersebut belum ada pembuktian nyatanya dan bila ambang batas aman sudah terpenuhi sebagaimana yang ditentukan WHO, itu tidak akan berdampak kepada kesehatan manusia,” Tambah Bukti.

PLN Batam dalam hal pembangunan jaringan SUTT 150 KV Batu Besar-Nongsa mengharapkan dukungan dari masyarakat terutama yang dilalui jalur SUTT tersebut,agar pembangunan dapat  cepat terlaksana sehingga dapat berdampak positif bagi Kota Batam. “Kami juga sangat mengapresiasi kepada masyarakat atau tokoh yang selama ini mendukung dan mendesak supaya pembangunan tersebut cepat terlaksana.” Tutup Bukti. (r)

  • Whatsapp

Pos terkait