Harga BBM pertalite Naik, Komisi II DPRD Natuna Panggil Branch Manager Pertamina Rayon 1 Kepri

METROBATAM.OM, NATUNA – Anggota komisi II DPRD Kabupaten Natuna, mengadakan rapat kerja, terkait BBM satu harga, bertempat di ruang rapat banggar DPRD Natuna. Senin, (14/2/2022).

Rapat dipimpin langsung oleh ketua komisi II DPRD Natuna Marzuki, yang juga dihadiri oleh perwakilan Manager Pertamina Rayon I Kepri, Asisten II Setda Natuna, Kepala Bagian Ekonomi, dan Dinas Perhubungan.

Marzuki menyampaikan, tingginya harga minyak pertalite di beberapa kecamatan yang ada di Natuna, dikarenakan adanya ongkos angkut BBM ke sub penyalur. Padahal harga pertalite di wilayah Kepri, seharusnya satu harga yaitu 8 ribu per liternya.

“Hari ini yang terjadi, ada beberapa kecamatan, masyarakat membeli minyak pertalite enceran dengan harga yang cukup tinggi, 9,5 ribu hingga 10 ribu per liternya. Tentunya ini menjadi perhatian kita bersama, bagaimana masyarakat Natuna bisa menikmati minyak pertalite itu satu harga,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Marzuki juga meminta kepada pihak Dinas Perhubungan bagian transportasi laut, untuk dapat mengatur jarak tempuh, supaya bisa lebih tertib untuk biaya angkutnya.

” Biasa kan biaya angkut itu rata-rata1 ribu, di Sedanau yang jarak tempuhnya tidak sampai 1 Mil dari penyalur ke sub penyalur, juga sama biaya angkutnya, sehingga sampai ke masyarakat harga BBM pertalite yang seharusnya 8ribu menjadi 9,5 ribu sampai 10ribu per liternya” tegas Marzuki.

Kemudian, politisi Partai Gerindra ini juga menjelaskan, dari data yang dihimpun dari kepala bagian Ekonomi, 11 perusahaan penyalur yang sudah beroperasi di beberapa kecamatan.

“Supaya masyarakat bisa menikmati harga BBM pertalite satu harga, maka saya beserta rekan-rekan di komisi II mendorong kepada penyalur, untuk membuat pertamini di tiap kecamatan,” pungkasnya.

Pada waktu yang sama, perwakilan dari pihak Pertamina, Branch Manager Rayon 1 Kepri, Reiza mengungkapkan, untuk mengadakan pertamini bagi penyalur disetiap kecamatan memang belum ada kepastian.

“Akan tetapi kami berupaya menindaklanjuti bersama Pemda Natuna, terkait usulan agar para penyalur dapat membuat pertamini di setiap kecamatan yang ada di Natuna,” sebutnya. (rdn)

Pos terkait