Marzuki : Punya Kewenangan dan Alat Canggih PSDKP Natuna Gagal dalam Menjalankan Fungsi Pengawasan

Metrobatam.com, Natuna- Ketua komisi II DPRD Natuna Marzuki, menyampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pungsi pengawasan PSDKP Natuna yang sangat lemah dalam menjalankan tugasnya, Selasa 8 Maret 2022, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Natuna.

Beberapa waktu yang lalu, Polairud Polres Natuna menangkap KM. Samudra di perairan laut pulau Subi, yang diduga melanggar batas wilayah tangkap yang diizinkan oleh kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dalam masalah ini politisi Gerindra itu meminta peran PDSKP, dalam pengawasan lebih aktif dan ketat untuk kedepannya, karena kan semua kapal yang diberi izin terpantau melalui Automatic Identification System (AIS)”, pungkasnya.

Bacaan Lainnya

” Tadi kepala PSDKP menyampaikan mereka memiliki alat deteksi canggih pelacak kapal yang melanggar batas wilayah tangkap. Hari ini ini yang terjadi ketika ada penangkapan kapal dan aktif untuk patroli itu dari Polairud? tentu ini menjadi tamparan keras untuk pihak PSDKP,” ujar Marzuki.

Lanjut ketua komisi II itu mengatakan, seharusnya pihak PSDKP malu, karena yang harus berperan pro aktif dalam menjalankan pungsi pengawasan yaitu Kementerian Kelautan Perikanan, melalui PSDKP sebagai Leadernye, dalam melakukan pengawasan sumber daya perikanan.

“Semoga untuk kedepannya ada evaluasi kinerja PSDKP dalam menjalankan tugasnya sebagai pungsi pengawasan, untu memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi para nelayan lokal, agar tidak terganggu oleh kapal Cantrang yang beroperasi di wilayah Natuna. Yang mana sampai saat ini berdasarkan laporan nelayan masih banyak kapal luar yang melanggar batas wilayah tangkap, yaitu beroperasi di bawah 30 Mil” jelas Marzuki.

Terakhir Marzuki mengapresiasi kinerja Polairud Polres Natuna, yang sudah membantu dalam mengawasi laut Natuna dari invansi kapal- kapal besar yang melanggar aturan.

“Sekali lagi saya berterimakasih kasih kepada Kapolres Natuna melalui kinerja nyata Polairud ,karena kalau dibiarkan kapal ini menjarah laut kita tanpa mengikuti aturan yang ada ,jelas ini sangat berdampak pada penghasilan nelayan tradisional kita” pungkasnya. (Rdn)

Pos terkait