Metrobatam.com Natuna – Viralnya video Bahul, warga Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna yang mengaku jadi korban begal di jalur Selat Lampa, kini mengakui bahwa itu hanya rekayasa saja, dengan orang tujuan untuk bergurau.
Kapolres Natuna AKBP Nanang Budi Santosa, melalui Wakapolres Kompol Ferri Aprizon Kepada sejumlah wartawan mengatakan, pihaknya saat ini tidak melanjutkan perkara pada proses hukum.
Kendati demikian, Bahul maupun Bujang Prancis yang turut memvideokan aksi kebohongan Bahul, tetap dilakukan wajib lapor hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
“Kalau lihat masalah ini kita bisa saja lanjutkan perkara pada proses hukum. Namun kita lihat sudah ada penyesalan serta permintaan maaf dari pelaku, maka kita minta mereka wajib melapor”, ujarnya. Rabu, 01/02/2023.
Waka Polres Natuna Ferri menambahkan, motiv Bahul yang diduga memberikan keterangan palsu soal pembegalan di jalan lintas Selat Lampa itu hanya untuk candaan saja.
Kedua pelaku mengaku tidak menyangka bahwa aksi videonya tersebut viral dan sempat meresahkan masyarakat Kabupaten Natuna khususnya.
“Pelaku sudah dibawa ke Polres untuk kita dalami lagi. Mereka memohon minta maaf kepada Kepolisian dan seluruh masyarakat Natuna, dengan menangis mereka sangat menyesal atas perbuatannya”, ujar Waka Polres Natuna.
Adapun kronologis kejadian bermula pada Selasa, 31 Januari saat Bujang Prancis memvideokan pengakuan Bahul yang diduga dibegal di jalan lintas Selat Lampa dengan kerugian uang tunai sebesar Rp. 900 ribu rupiah raib.
Kemudian video itu tersebar luas di sejumlah group WhatsApp dan Facebook hingga membuat warga/masyarakat Natuna resah dan ada juga yang ketakutan jika melintasi jalan menuju Selat Lampa.
(Rd)














