METROBATAM.COM, GROBOGAN – Polres Grobogan berhasil mengkungkap sejumlah kasus dalam operasi pekat candi tahun 2024 ,yang di laksanakan dari tanggal 6 maret 2024 hingga 25 Maret 2024 ( 20 hari ) di wilayah hukum Polres Grobogan,Hal tersebut disampaikan Kapolres Grobogan dalam Konferensi Pers di Mapolres Grobogan ,Rabu (27/03/2024).
Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan,S.I.K,M.Si. menyatakan ” Dari operasi pekat (penyakit masyarakat) Polres Grobogan berhasil menindak sebanyak 37 kasus dengan pelaku atau tersangka 34 orang.
3 diantara proses penyidikan, dan 14 diantaranya dilaksanakan pembinaan,di antaranya adalah kasus perjudian.
Kasus perjudian berhasil diungkap 3 kasus dari 2 target. Dengan 8 tersangka yang diamankan BB( Barang Bukti ) nya uang tunai sebesar Rp,- 1.261.000 , dua bendel rekapan togel Hongkong,satu buah stampel, lima buah kupon,satu buah Hp, dan dua set kartu remi. Kemudian yang ke dua perkara petasan berhasil kita amankan dan ungkap tiga kasus,dari tiga kasus tersebut kita amankan tiga tersangka,dengan barang bukti diantaranya 5kg bahan petasan atau bahan peledak, 1 buah Hp, 2 unit Kendaraan bermotor, 2 karung potasium 46kg, 4 karung belerang 98 kg, 1 tong grom 24 kg, timbangan dan 1 buah entong.
Kasus ke 3 terkait Miras sebanyak 12 kasus dan diamankan 12 orang pelanggar ,Total barang bukti 2250 botol miras pabrikan, 329 botol miras oplosan dan 5 drigen miras oplosan,adapun kasus premanisme diantaranya adalah sajam , perkelahian dan lain sebagainya ada 6 kasus,dan kemudian Prostitusi ada 14 kasus yang diamankan 14 orang. Dan ada Kasus non TO ( Target Operasi ) yaitu narkoba dari Satuan Narkoba kita berhasil mengungkap 3 kasus dengan 4 tersangka dengan barang bukti total 2,24 gram sabu sabu”.Ungkap Kapolres Grobogan.
Diakhir kegiatan Konferensi Pers Polres Grobogan juga menghadirkan salah satu peracik petasan yang menjadi korban ledakan petasan yang dibuatnya,(J) yang beralamat di Pulokulon juga menghimbau kepada masyarakat ” Jangan sekali kali bermain petasan baik anak kecil ataupun orang dewasa,karena sangat berbahaya jika terkena ledakan petasan ,saya kena imbasnya telapak tangan saya,mata kiri tidak bisa melihat dan yang kanan sudah tidak jelas samar samar untuk melihat.” Ungkap J.
Red @Arif S.N














