Metrobatam.com, Grobogan – Kecelakaan yang melibatkan mobil Isuzu Panther Nopol K-1674-XF dengan kendaraan roda dua Yamaha Mio Nopol K-4727-QZ yang terjadi di jalan Penawangan – Sedadi tepatnya Desa Toko Penawangan pada Jum’at, (19/04/2024) menyebabkan Satu korban meninggal, dan satu korban mengalami luka berat dan masih dirawat di RS. Panti Rahayu ( Yakum ) Purwodadi.
Kedua korban merupakan pengendara sepeda Yamaha Mio,
Dari keterangan Kanit Laka Satlantas Polres Grobogan melalui pesan WhatsApp, terjadinya kecelakaan tersebut diduga akibat sopir mobil Isuzu Panther yang dari arah selatan mengantuk sehingga laju mobil tak terkendali dan terperosok turun ke bahu jalan kemudian dari arah berlawanan muncul kendaraan bermotor roda dua yang dikendarai 2 perempuan,Kemudi mobil Panther yang semakin tak terkendali membuat tabrakanpun tak dapat dihindari.
” Korban meninggal satu orang, sedang yang satunya masih dirawat di rumah sakit, ” Singkat Kanit Lakalantas polres Grobogan. Selasa, (23/04/2024).
Dari keterangan sementara yang berhasil dihimpun, mobil Isuzu Panther yang terlibat dalam kecelakaan tersebut merupakan milik dari Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Grobogan. Dari keterangan salah satu staf di Dinas Lingkungan Hidup, mobil tersebut telah keluar dari kantor Dinas Lingkungan Hidup sejak November 2023 lalu.
” Mobil tersebut sejak November 2023 sudah tidak terlihat di kantor, sering kami tanyakan ke sopir pak Kadin ( Kepala Dinas ) tapi juga dia ngga tahu,” ujar salah satu staf yang enggan disebut namanya.
Setelah lama tidak kembali ke kantor Dinas Lingkungan Hidup,tiba-tiba diketahui mengalami kecelakaan di jalan Penawangan – Sedadi yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia, dan satu luka parah.Hal yang menguatkan bahwa mobil tersebut adalah milik Dinas Lingkungan Hidup lantaran si pengemudi Panther diduga anak dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Grobogan saat ini. Meski telah diganti warna plat dari dasar merah dengan warna dasar putih namun nomor polisi yang tertera masih sama.
Pada Hari Rabu (24/04/2024) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mokamad,memberikan konfirmasi kepada wartawan metrobatam.com di ruang kerjanya.Kepala Dinas Lingkungan Hidup tersebut mengatakan bahwa benar mobil tersebut memang mobil iventaris Dinas Lingkungan Hidup.
“Saya membenarkan hal tersebut,memang itu mobil Dinas,dan yang menggunakan kemarin anak saya, pada hari senin kemarin terkait korban sudah kami selesaikan semua,disaksikan Kepala Desa Toko Penawangan,bahkan anak korban yang masih kecil,saya minta untuk kami adopsi menjadi anak angkat tetapi keluarga korban tidak memperbolehkan” Kata Mokamad.
Saat dikonfirmasi terkait penggantian plat nopol warna dasar merah menjadi putih ( Nopol Pribadi ) Mokamad menjelaskan ” Saya akui memang saya salah,saya yang bertanggung jawab sepenuhnya terkait kejadian tersebut,memang nopol tersebut sebelumnya sudah saya persiapan,saya juga sudah komunikasi via wa kepada atasan terkait hal tersebut, namun beliau masih berada diluar kota.Apapun sanksi yang akan diberikan akan saya terima ” Pungkas Mokamad.
Red @Arif S.N














