BUKITTINGGI, METROBATAM.COM – Kegiatan Halal Bihalal Persatuan Wanita Kurai (PWK) Jorong Mandiangin, Kota Bukittinggi, berlangsung dengan penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan di kawasan Museum Rumah Adat Baanjuang, Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK). Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai adat dan budaya di tengah masyarakat, 22/04
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para anggota PWK, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya yang antusias mengikuti rangkaian acara. Suasana kebersamaan begitu terasa sejak awal kegiatan, di mana para peserta saling bermaaf-maafan dalam semangat Idulfitri.
Dalam kesempatan itu, turut hadir narasumber, Inyiak Dt. Mangkuto Kayo, yang memberikan sosialisasi mengenai adat salingka nagari. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya menjaga, memahami, dan mengamalkan adat istiadat Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan nagari.
Inyiak Dt. Mangkuto Kayo menjelaskan bahwa adat salingka nagari merupakan pedoman hidup bermasyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga kelestarian adat, terutama dalam mendidik generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai budaya Minangkabau.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa perkembangan zaman tidak boleh mengikis jati diri masyarakat Minangkabau. Oleh karena itu, melalui kegiatan seperti Halal Bihalal ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pelestarian adat.
Ketua PWK Jorong Mandiangin, Hj. Hasneli Harun, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi anggota PWK dan masyarakat.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan penuh makna. Menurutnya, kekompakan dan kebersamaan anggota PWK menjadi kunci suksesnya acara ini.
Lebih lanjut, Hj. Hasneli Harun berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, sehingga hubungan antar anggota semakin erat dan pemahaman terhadap adat semakin meningkat.
Wakil Ketua PWK, Refnawati, SH, juga menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menilai bahwa peran aktif anggota sangat penting dalam menjaga eksistensi organisasi.
Refnawati menambahkan bahwa PWK sebagai wadah perempuan Kurai memiliki tanggung jawab besar dalam melestarikan adat dan budaya, terutama di tengah arus modernisasi yang semakin pesat.
Kegiatan Halal Bihalal ini diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama, yang semakin menambah keakraban antar peserta. Suasana penuh kehangatan terlihat jelas hingga akhir acara.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai adat salingka nagari dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga identitas budaya Minangkabau tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
(Basa)














