AGAM, METROBATAM.COM – Kepedulian terhadap sesama kembali diuji. Salah seorang warga Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Doni Chaniago (49), saat ini tengah berjuang melawan penyakit kanker di bagian kepala yang dideritanya sejak beberapa waktu terakhir. 26/04/26.
Doni yang berdomisili di kawasan Kambiang Tujuah tersebut diketahui telah beberapa kali menjalani perawatan medis. Namun, kondisi kesehatannya belum menunjukkan perkembangan signifikan. Bahkan, penyakit yang dideritanya kini disebut telah menjalar ke bagian kepala lainnya, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih intensif.
Di tengah kondisi tersebut, Doni juga menghadapi kesulitan ekonomi. Sebagai tulang punggung keluarga, ia kini tidak lagi mampu bekerja secara maksimal. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Doni hanya mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar serta dukungan dari rekan-rekan alumni SMP.
“Saat ini saya sangat membutuhkan bantuan, baik untuk biaya berobat maupun kebutuhan makan sehari-hari,” ungkap Doni dengan penuh harap.
Ia berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Agam, khususnya Dinas Sosial, agar tidak menutup mata terhadap kondisi yang dialaminya. Bantuan dari pemerintah dinilai sangat dibutuhkan untuk meringankan beban hidupnya di tengah perjuangan melawan penyakit.
Sebelumnya, melalui Wali Nagari Gadut, Edison, Doni telah mengajukan permohonan bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Agam. Kabar baiknya, permohonan tersebut telah disetujui dan Doni dinyatakan berhak menerima bantuan.
Selain itu, dukungan juga datang dari para alumni SMP angkatan 1993 yang turut memberikan bantuan secara swadaya. Meski demikian, kebutuhan biaya pengobatan yang terus berjalan serta kebutuhan hidup sehari-hari membuat Doni masih sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak.
Kondisi ini diharapkan dapat menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat luas, agar Doni dapat terus melanjutkan pengobatan dan memiliki kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal seperti sediakala.
Solidaritas dan kepedulian sosial diharapkan mampu menjadi harapan baru bagi Doni dan keluarganya dalam menghadapi ujian berat ini.
(Basa)














