LINGGA (Metrobatam.com) – Gelombang kritik publik dan tajamnya sorotan media terkait mangkraknya Pelabuhan Apung Penuba akhirnya memaksa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turun tangan. Pada Minggu (2/8/2026), tim perwakilan Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, menyambangi lokasi pelabuhan di Desa Penuba, Kecamatan Selayar, mendampingi Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat, Tasipudin.
Langkah cepat Pemprov Kepri ini menjadi pusat perhatian warga. Pasalnya, peninjauan mendadak ini bergerak hanya selang beberapa hari setelah persoalan pelabuhan tersebut viral dan memicu keprihatinan luas. Pelabuhan Apung Penuba bukan sekadar dermaga, melainkan urat nadi transportasi laut dan penggerak utama roda ekonomi masyarakat Selayar yang lama mendamba kepastian.
Dari hasil pertemuan di lapangan, menyeruak angin segar bahwa pembangunan dermaga ini berpeluang masuk dalam Tahun Anggaran 2026. Kendati demikian, masyarakat belum bisa bernapas lega sebab belum ada ketukan palu resmi terkait kepastian alokasi anggaran maupun jadwal pasti eksekusinya.
Apresiasi Sinergi, Dambakan Percepatan
Camat Selayar, H. Abdul, menyambut baik respons cepat Pemprov Kepri dan mengapresiasi gigihnya semua pihak yang terus mengawal isu ini.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media, Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak yang telah bersinergi menyuarakan kepentingan masyarakat. Semoga sinergi ini mampu mempercepat pembangunan di Kecamatan Selayar,” ungkap Abdul.
Di sisi lain, nada kritis tetap disuarakan oleh Zuhardi, putra daerah Kabupaten Lingga yang sebelumnya lantang mengkritik lambannya perhatian pemerintah daerah. Meski mengapresiasi kedatangan tim Pemprov, Zuhardi menegaskan bahwa masyarakat Selayar sudah lelah dengan formalitas seremoni dan janji di atas kertas.
”Terima kasih kepada Pemprov Kepri yang sudah merespons. Namun, yang kami harapkan bukan sekadar kunjungan atau sekadar angin segar. Masyarakat menunggu tindakan nyata, bukan cuma mendengar rencana. Pelabuhan Penuba ini sudah terlalu lama menjadi harapan yang tertunda,” tegas Zuhardi.
Ia juga mendesak agar Pemprov Kepri tak memandang sebelah mata kebutuhan infrastruktur lain di Kecamatan Selayar yang dinilai masih tertinggal jauh dibanding daerah lain.
Peninjauan ke Desa Penuba memang menjadi sinyal awal yang positif. Namun kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Masyarakat Kecamatan Selayar menolak untuk kembali gigit jari; mereka tidak lagi membutuhkan wacana, melainkan deru mesin dan tiang pancang sebagai bukti nyata komitmen pemerintah.
Penulis: Awalludin














