875 Isteri di Tanjung Pinang, Gugat Cerai Suami ke Pengadilan

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau, Dra Pujiastuti mengungkapkan bahwa di Kota Tanjung Pinang terjadi sebanyak 857 kasus perceraian selama 2015. adapun
penyebab perceraian tersebut rata-rata terjadi lantaran Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), penelantaran, dan faktor ekonomi.

“Kita akan lebih serius menangani kasus Kekerasan dalam Rumah tangga dan kasus penganiayaan anak yang banyak terjadi di kepri,”ungkapnya usai menghadiri Pelatihan Satgas Kelurahan Bebas Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Rabu(20/4).

Read More

Kedepan, Puji juga berjanji akan lebih meningkatkan bantuan hukum bagi mereka yang mengalami Kasus KDRT.Selain itu, dia juga mengharapkan peran serta masyarakat untuk melaporkan kasus KDRT yang terjadi dalam keluarga untuk mencegah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut.

“Meningkatnya kasus kekerasan bukan berarti kami tidak tanggap dalam menangani kasus tersebut akan tetapi kurangnya laporan yang masuk ke kami ,jadi berharap kedepan masyarakat dapat melaporkan hal sekecil apapun ke kami untuk mencegah namanya kekerasan terhadap perempuan dan anak,”katanya.

Sosialisasi Anti Kekerasan
Dalam rangka pencegahan terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak, Badan Pemberdayaan Perempuan mengadakan sosialisasi dan pelatihan terhadap satuan tugas (Satgas) Kelurahan Bebas Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Adapun yang dijadikan daerah percontohan adalah Kelurahan Kamboja.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Kepri , Dra Pudjiastuti dalam kata sambutannya mengatakan bahwa acara ini di adakan karena kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Kepri sudah sangat besar.

“Dari informasi yang kita dapatkan banyak kita dapat hampir setiap hari diberbagai media tentang kekerasan terhadap perempuan,”Ungkap Pujiastuti dalam sambutannya, Rabu(20/4).

Sementara itu Walikota Tanjungpinang ,Lis Darmansyah yang membuka pelatihan ini sangat berterima kasih dengan adanya pelatihan ini pihaknya berharap dapat meminimalisir kelurahan kamboja. “Saya yakin dan percaya kedepan bapak
dan ibu dapat menjadi petugas yang baik di Kelurahan Kamboja sehingga dapat menjadi daerah percontohan bagi kelurahan di Kota Tanjungpinang serta Provinsi Kepri,”harap Lis (Budi Arifin)

Related posts