Menteri pertahanan Amerika Serikat akan kunjungi kapal induk di Laut China Selatan

Metrobatam.com, -Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Ash Carter, mengatakan, akan mengunjungi kapal induk Amerika Serikat yang berada di Laut China Selatan, Jumat. Ini suatu langkah yang membuat geram China yang semakin meningkatkan klaim sepihaknya atas perairan tersebut.

China mengakui hampir seluruh wilayah perairan Laut China Selatan yang diyakini memiliki kandungan gas dan minyak dalam jumlah yang luar biasa banyaknya. Sembilan Garis Putus-putus –yang tidak ada uraian pasti koordinatnya– menjadi instrumen klaim China itu.

Read More

Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam, juga mengakui beberapa bagian di perairan itu, yaitu suatu kawasan yang selama ini menjadi jalur pelayaran dagang dengan nilai mencapai lima triliyun dolar Amerika Serikat per tahun.

Carter, pada penutupan latihan militer bersama Amerika Serikat dan Filipina dengan sandi Balikatan 2016, mengatakan, akan mengunjungi kapal induk USS John C Stennis (CVN-74), setelah mengunjungi kapal induk lain di wilayah itu pada November lalu.

“Dalam setiap Balikatan dan setiap pelayaran Stennis, dan pada setiap latihan banyak-pihak dan setiap kesepakatan pertahanan yang baru, kami meningkatkan jalinan dengan jaringan keamanan setempat,” kata Carter, dalam pidato tertulis.

“Ini adalah jaringan perdamaian, prinsip dan luas, yang akan terus dipertahankan dan dirangkul oleh Amerika Serikat,” kata dia.

Meskipun bukannya tidak diperkirakan, kunjungan itu tetap menyulut ketegangan China yang menyebut Amerika Serikat memiliterisasi Laut China Selatan dan membahayakan keamanan.

Amerika Serikat sudah mengadakan patroli “kebebasan pelayaran” di kawasan tersebut, berlayar dalam batas 12 mil laut dari sekitar pulau-pulau sengketa dengan pengawasan China yang menegaskan batas pelayarannya.

Suatu rencana diumumkan di Manila, Kamis, untuk mempererat hubungan militer Amerika Serikat-Filipina termasuk mengadakan patroli bersama di Laut China Selatan.

Ini mencerminkan “mentalitas perang dingin”, menurut Kementerian Pertahanan China alias Tiongkok, yang bersumpah akan menentang segala bentuk pelanggaran kedaulatan negara.

Carter pada Kamis, mengatakan strategi Amerika Serikat adalah memelihara perdamaian dan penyelesaian hukum atas sengketa, bukan memprovokasi konflik dengan kekuatan dunia.

“Negara-negara yang tidak berhaluan ke sana atau tidak bergabung dengan hal-hal ini, akan berakhir dengan mengisolasi sendiri. ini pengucilan sendiri bukan oleh kami,” kata Carter.

Ratusan personel militer Amerika Serikat dan sejumlah pesawat militer ditempatkan sementara di Filipina dan pada Kamis mengungkapkan memulai penyelenggaraan latihan bersama di Laut China Selatan.

Related posts