Hari Buruh di Batam, Pemerintah Dorong Keseimbangan Kepentingan Pekerja dan Pengusaha

Amsakar: Sinergi Buruh dan Pengusaha Kunci Kemajuan Batam

METROBATAM.COM, BATAM – Peringatan Hari Buruh Internasional atau Hari Buruh Internasional 2026 di Batam digelar di dua lokasi, yakni kawasan Welcome To Batam dan Dataran Engku Putri, Jumat (1/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara pekerja dan pelaku usaha.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad sekaligus Kepala BP Batam, menegaskan bahwa keseimbangan antara kepentingan buruh dan pengusaha menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pekerja yang tergabung dalam FSPMI dan SPSI wilayah Batam dan Kepulauan Riau. Turut hadir Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra sekaligus wakil Kepala BP Batam, bersama jajaran Forkopimda serta pejabat daerah lainnya.

Dalam rangkaian acara, pemerintah juga menyerahkan paket sembako kepada para pekerja sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Amsakar menyoroti penetapan Upah Minimum Kota (UMK) terbaru yang dinilai berlangsung kondusif.

Ia menyebut, keputusan tersebut merupakan hasil dialog panjang antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha untuk mencari titik temu yang adil bagi semua pihak.

Menurutnya, penetapan UMK tahun ini menjadi salah satu yang paling stabil dalam lebih dari satu dekade terakhir. Meski begitu, pembahasan terkait komponen UMK kini mulai berkembang dengan memasukkan aspek-aspek baru guna memperluas rasa keadilan bagi pekerja.

Di sisi lain, kinerja ekonomi Batam menunjukkan tren positif. Realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target Rp60 triliun. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 83,32 menjadi 83,80, menempatkan Batam dalam lima besar tertinggi di Pulau Sumatera.

Capaian tersebut juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, khususnya dalam upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka.

Namun demikian, tantangan di sektor ketenagakerjaan masih cukup besar. Tingginya arus migrasi menjadikan Batam sebagai salah satu tujuan utama pencari kerja di Indonesia, sejajar dengan kota-kota industri lainnya. Hal ini berdampak pada terus bertambahnya jumlah angkatan kerja setiap tahun.

Meski tingkat penyerapan tenaga kerja melalui bursa kerja (job fair) mencapai 63,4 persen, upaya menekan angka pengangguran masih membutuhkan sinergi seluruh pihak.

Pada periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 6.163 pencari kerja, dengan 2.474 orang berhasil mendapatkan pekerjaan. Sementara sepanjang tahun 2025, jumlah pencari kerja mencapai 29.710 orang, dan 14.832 orang di antaranya telah terserap di dunia kerja.

Data tersebut menunjukkan bahwa peluang kerja di Batam tetap terbuka, meski belum sepenuhnya mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja.

Melihat kondisi tersebut, Amsakar menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Batam sangat bergantung pada kolaborasi antara pekerja dan pelaku usaha.

“Batam ini rumah kita bersama. Tugas kita adalah menjaga dan membangunnya agar semakin maju dan sejahtera,” tutupnya. (kjp)

Pos terkait