Bangun Taman Diatas Tratoar, DKPP Tanjungpinang Didemo Anak Melayu

  • Whatsapp
banner 468x60

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tanjungpinang akan didemo oleh Gerakan Anak Melayu karena mengerjakan proyek tidak tepat guna yakni membuat taman diatas tratoar jalan sehingga mengganggu pejalan kaki. Langkah ini dilakukan oleh Gerakan Anak Melayu lantaran banyaknya warga yang resah akibat rencana pembangunan taman di tratoar jalan Diponegoro, tepatnya didepan TK Santa Bernadeth Kota Tanjungpinang.

“Kita akan menggelar unjuk rasa pagi ini terkait hal tersebut,kita sudah layangkan surat pemberitahuan ke Kasat Intelkam Polres Tanjungpinang,”ujar Samsidar selaku Koordinator aksi.

Bacaan Lainnya

Menurut Samsidar, taman permanen yang dibangun oleh dinas pertamanan tersebut telah menyalahi perundang-undangan dan merupakan bentuk penyerobotan hak pejalan kaki, pengguna sepeda dan penyandang disabilitas. Maka dari itu, Gerakan Anak Melayu akan melakukan aksi demo untuk mengkritik penyelewengan hak-hak pejalan kaki tersebut.

Hal senada juga diungkapkan pejalan kaki yang setiap hari menggunakan fasilitas tratoar tersebut. “Terpaksa harus jalan ke tepi jalan raya, karena trotoarnya sudah penuh dengan taman. Kita sebagai jalan kaki punya hak untuk berjalan di trotoar, tapi apa boleh buat kami harus jalan ke jalan yang membahayakan jiwa kami,”ujar salah seorang pengguna tratoar ketika dimintai tanggapannya.
Menanggapi masalah tersebut, Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tanjungpinang, Almazuar Amal yang di konfirmasi melalui media telepon terkait hal ini enggan menjawab perihal masalah tersebut.”Coba Tanya saja kepada kabid pertamanan, saya tidak tahu soal itu,”katanya.

Sementara itu Kabid pertamanan DKPP Tanjungpinang, Wanbok Walili yang di konfirmasi melalui telepon seluler tidak meresponnya, dia tidak mengangkat telpon maupun membalas pesan singkat yang dikirimkan kepadanya.

Seperti diketahui fungsi ketersediaan fasilitas trotoar merupakan hak pejalan kaki yang telah disebut dalam Pasal 131 ayat (1) UU LLAJ. Ini artinya, trotoar diperuntukkan untuk pejalan kaki, bukan untuk orang pribadi. Untuk itu, tratoar harus sesuai sesuai peruntukannya agar pejalan kaki tidak terenggut haknya ketika hendak melewati trotoar tersebut. (Budi Arifin)

  • Whatsapp

Pos terkait