Gubernur Kepri, Tidak Ada Istilah Defisit Yang Penting Kepri Membangun

Metrobatam.com, Batam – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun memastikan defisit anggaran tidak akan terlalu mengganggu pembangunan di daerah yang berbatasan dengan empat negara tetangga itu.

“Tidak ada istilah defisit, yang penting Kepri membangun,” kata Gubernur Nurdin dalam diskusi bersama mahasiswa yang diselenggarakan PWI di Batam, Kepri, Kamis.

Bacaan Lainnya

Yang penting, kata Gubernur, adalah niat dan kerja keras.

Ia mengingatkan, tugas manusia adalah berusaha dengan giat. Bila dalam upaya itu terdapat kendala, seperti yang  defisit anggaran, maka Tuhan akan menyiapkan solusinya.

Gubernur mencontohkan, yang terjadi di Kabupaten Lingga yang baru saja panen padi untuk pertama kalinya. Padahal di kabupaten itu sebelumnya tidak pernah ada sawah.

“Panen padi di Lingga, jangan sibuk dengan defisit, padahal Allah titipkan bermacam solusi,” kata dia.

Nurdin mengajak pemerintah kabupaten kota, aparatur sipil negara dan masyarakat untuk lebih berinisiatif mencari peluang, dan tidak berlama-lama memikirkan defisit tanpa berbuat sesuatu.

Sementara untuk menyiasati defisit, dia mengatakan, pemprov kembali mengefisienkan penggunaan anggaran setelah pusat menunda penyaluran dana alokasi khusus dan menyebabkan defisit di provinsi bertambah lebar.

Ia mengatakan, pempov tidak dapat melakukan apa-apa selain tunduk pada kebijakan pusat, meskipun kini pun sudah mengalami defisit anggaran.

Gubernur pun memastikan pemprov tetap akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, sesuai dengan komitmen sebelumnya.

Pemerintah menerbitkan PMK No.125/PMK.07/2016 tentang penundaan penyaluran sebagian Dana Alokasi Umum tahun anggaran 2016, yang mengurangi belanja daerah.

Berdasarkan situs djpk.depkeu.go.id, Kementerian Keuangan menunda penyaluran DAK untuk Kepri pada September sebesar Rp15.694.841.453, Oktober sebesar Rp15.694.841.453, November sebesar Rp15.694.841.453 dan Desember sebesar Rp15.694.841.453.

Mb/Antara

Pos terkait