Boleh Tidak Percaya, Kasrin Ngaku Sempat Pulang Kampung di Sela Haji

Metrobatam, Rembang – Banyak hal tak masuk akal yang dialami Kasrin (60), tukang becak yang pergi haji secara misterius. Di sela haji, dia sempat pulang kampung ke Rembang. Perjalanan ditempuh dalam waktu beberapa menit. Hah?

Kepada tamu-tamunya yang datang ke rumah di Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kasrin mengatakan dengan bantuan Indi, dia sempat pulang ke Rembang. Waktu itu, beberapa hari setelah berangkat, dia merasa kangen anak cucu.

Bacaan Lainnya

“Saya disuruh hadap ke Barat (oleh Indi), tangan kanan saya bawa kardus, terus di sini (sambil menunjuk tengkuk) dipegang. Tiba-tiba sudah sampai Lasem,” aku Kasrin saat detikcom, Rabu (5/10).

Kasrin kemudian menghubungi kerabatnya di Lasem untuk bertemu di suatu tempat dan sempat bertemu untuk memberikan kardus berisi oleh-oleh. Tanpa sepatah kata, Kasrin segera menghilang. Menurutnya saat itu ia sampai di Lasem, Rembang pukul
00.15 dan kembali ke Makkah pukul 00.30, namun Kasrin tidak menjelaskan secara detail soal beda waktu antara Indonesia dan Makkah.

“Saya perjalanan pulang pergi itu 6 menit. Di sini cuma 15 menit,” tandasnya. Kasrin tak mempermasalahkan orang yang tidak percaya terhadap ceritanya.

Meski bisa berpindah tempat dalam sekejap, tapi Kasrin mengaku berangkat dan pulang haji dengan cara yang sama dengan haji lainnya. Kisah itu membuat geleng-geleng tamu yang datang karena takjub. Belum lagi cerita soal Kasrin dan Indi yang sempat berkurban dua ekor unta. Namun Kasrin lagi-lagi tidak menceritakan tepatnya di mana ia berkurban.

“Bu Indi beli pakai uang saya yang Rp 2 juta, padahal unta di sana sekitar Rp 17 juta seekor. Dua unta itu satu untuk kerabat sini satu kerabat sana (Indi),” katanya.

Kenalan Kasrin, Agung Utomo (40) warga Ngargomulyo, Lasem, Rembang, berkunjung ke rumah Kasrin karena penasaran. Ia sudah lama kenal dengan Kasrin dan sengaja datang untuk mendengar langsung cerita Kasrin yang jadi buah bibir. Tidak ketinggalan ia juga minta didoakan.

“Ya salah satunya juga minta doa. Juga penasaran karena hampir setiap hari dengar cerita tiba-tiba berangkat haji. Ya sekaligus silaturahmi,” kata Agung.

Kasrin berangkat haji pada 23 Agustus 2016. Dia diantar keluarga ke Masjid Jami Lasem, Rembang, kemudian menghilang.

Keluarga meyakini Kasrin berangkat haji. Nah, pada Selasa, 4 Oktober 2016, dia kembali dengan membawa air zamzam.

Sementara berdasarkan data embarkasi Solo, ada 3 kelompok terbang (kloter) jemaah haji asal Rembang. Dua kloter tersendiri, satu kloter gabungan. Tidak ada nama Kasrin.

“1 Kloter sudah kembali, dua belum,” kata Humas PPIH Embarkasi Solo di Donohudan Boyolali, Agus Widakdo, Kamis (6/10).

Agus menyebut ada 3 kloter yang jemaahnya berasal dari Rembang. “Dua kloter utuh, 1 kloter gabungan,” jelas Agus.

Adakah nama Kasrin? Agus mengatakan pihaknya sudah mengecek manifest jemaah haji asal Rembang yang telah kembali ke Tanah Air. “Dan, nama tersebut (Kasrin) tidak ditemukan,” tegas Agus.(mb/detik)

Pos terkait