Polres Bogor Tahan 12 Orang Pelaku Pembakaran Markas GMBI Bogor

Metrobatam, Bogor – Polres Bogor selesai melakukan pemeriksaan 20 orang yang diduga melakukan perusakan dan pembakaran kantor Sekretariat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Bogor. Sebanyak 12 orang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Setelah dilakukan pemeriksaan intensif dari 20 orang yg diamankan, 12 orang yang dilakukan penahanan,” kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading saat dihubungi detikcom, Sabtu (14/12) pukul 11.00 WIB.

Read More

“Sisanya 8 orang dilepaskan karena tidak cukup bukti,” sambung mantan Kapolres Karawang, Jawa Barat, ini. Massa penyerang markas GMBI di Ciampea ini awalnya disebut sebagai anggota FPI, namun Ketua DPC FPI Cibinong, KH Burhanudin, membantah. Dia juga menyebut tidak ada instruksi dari organisasinya untuk melakukan perusakan dan pembakaran.

“Para tersangka ini tidak diakui sebagai anggota, tetapi hanya simpatisan FPI,” ujar Dicky.

Dicky menjelaskan, 12 orang tersangka yang ditahan berinisial MAB (28), MY (28), A (19), SB (22), W (18), AY (22), MHH (18). Lalu ada pula I (17), IF (16), RH (17), MR (17), NY (17). Tersangka MAB berprofesi sebagai guru sedangkan seluruh tersangka lainnya berstatus pelajar.

“Untuk 5 orang tersangka di bawah umur kita lakukan pendampingan dan kordinasi dengan Balai Pemasyarakatan sesuai UU Perlindungan Anak,” ucap Dicky.

Para tersangka ini ditahan karena cukup bukti melakukan perusakan dan pembakaran markas GMBI di Desa Tegal Waru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/1) sekitar pukul 02.51 WIB.

Saat peristiwa itu, massa berkumpul dan melakukan penyerangan ke markas GMBI dengan mendobrak gerbang dan kemudian melakukan perusakan menggunakan batu dan bambu. Setelah itu, bangunan dibakar.

Massa menurut Dicky saat itu marah karena mendengar adanya informasi massa FPI diserang oleh massa GMBI di Bandung pada Jumat (13/1) malam. Mereka menerima informasi ada massa FPI yang ditusuk, dianiaya dan mobil dirusak.

“Informasi itu cepat sekali menyebar, mereka panas terpancing emosinya dan kemudian berkumpul lalu melakukan penyerangan dan perusakan. Saat itu polisi sudah mencoba mencegah tapi kalah jumlah. Makanya saksi-saksi untuk para tersangka ini ada juga dari polisi. Saat pemeriksaan, para tersangka ini mengakui melakukan perusakan makanya kemudian dilakukan penahana untuk diproses sesuai hukum,” jelas Dicky.

Dari para tersangka polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, 1 unit sepeda motor yang hancur terbakar, sejumlah bambu dan batu, material dari markas GMBI yang dirusak dan 4 buah handphone.(mb/detik)

Related posts