Dipicu Gugatan Cerai, dr. Letty Tewas Ditembak oleh Suaminya

Metrobatam, Jakarta – Dokter Letty Sultri tewas seketika usai ditembak 6 kali oleh suaminya sendiri saat berpraktik di Azzahra Medical Centre, Kamis (9/11) saat klinik itu masih tutup.

Dari informasi, klinik ini buka pukul 10.00 WIB dan tutup pukul 16.30 WIB. Namun belum diketahui apakah klinik ini akan tutup sementara setelah adanya kejadian penembakan yang menewaskan dr Letty tersebut.

Di halaman klinik, terparkir sebuah mobil minibus Toyota Calya berwarna silver dengan nomor polisi B 2118 TKN. Pintu klinik terkunci rapat dengan tulisan ACM di bagian kacanya.

Tidak ada garis polisi yang terpasang di sekitar lokasi klinik. Sesekali warga dan pengendara mobil yang melintas di Jl Dewi Sartika, melihat ke arah klinik ini.

Bacaan Lainnya

Dr Letty tewas ditembak suaminya, dr Ryan Helmi, sebanyak 6 kali saat sedang berpraktik di Azzahra Medical Center, Kamis (10/11) sekitar pukul 14.30 WIB. Dia pun tewas seketika akibat tembakan membabi buta Helmi itu.

Penembakan tersebut dipicu gugatan cerai yang diajukan Letty. Letty merasa tidak kuat atas kekerasan yang dilakukan suaminya itu hingga akhirnya menggugat cerai.

Usai melakukan penembakan, dr Helmi kemudian ke Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri. Polisi menemukan 2 pucuk senjata api di dalam tas dr Helmi saat itu. Senpi rakitan itu berjenis revolver. Polisi masih mengusut asal usul kepemilikan senpi tersebut.

Cek Kesehatan Jiwa Helmi

Penembakan yang dilakukan oleh dr Ryan Helmi kepada istrinya dr Letty Sultri (46) mendapat perhatian dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ketua IDI Jakarta dr Slamet Budiarto mengatakan pihaknya akan mengecek biodata dan kesehatan dr Helmi.

“Ini kriminal murni. Nanti saya akan cek biodata mereka. Nanti dicek kesehatannya dulu,” kata Slamet kepada detikcom, Kamis (9/11).

Baca juga: Suami Penembak dr Letty Pakai Obat Penenang, Urinenya Positif Benzo

Helmi beralasan dirinya menembak Letty karena mendapat ‘bisikan’. Melihat hal itu, Slamet menyebut perlu dicek terlebih dahulu kondisi kejiwaan dari Helmi.

Slamet menuturkan seandainya Helmi mengalami gangguan kejiwaan, proses screening untuk masuk kedokteran sangat ketat.

“Semua orang sakit jiwa itu bisa seketika. Tapi kan kita nggak tahu dia sakit jiwa atau nggak, harus diperiksa dulu nanti (kejiwaannya). Tapi kalau di kedokteran itu screeningnya ketat,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan Helmi. Tes kejiwaan itu untuk memastikan kondisi Helmi yang tega memberondong istrinya dengan tembakan sebanyak 6 kali.

“Nanti dari psikolog (untuk mengetahui kondisi kejiwaannya),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (9/11).

Hingga saat ini Helmi pun masih menjalani pemeriksaan intensif. Saat ini penyidik juga masih mencari tahu alasan Helmi menyerahkan diri setelah melakukan perbuatan keji itu. (mb/detik)

Pos terkait