Reynhard Sinaga Predator Seks yang Perkosa 48 Pria di Inggris, Inilah Profilnya

Metrobatam, Jakarta – Reynhard Sinaga, warga negara Indonesia (WNI), divonis seumur hidup atas dakwaan pemerkosaan oleh Pengadilan Manchester, Inggris . Ia terbukti memperkosa 48 orang.

Kejahatan Reynhard Sinaga terbongkar pada 2017 saat salah satu korbannya sadar dan berhasil mengambil handphone milik Reynhard Sinaga. Dalam handphone tersebut ditemukan 3,29 terabyte konten grafis atau setara dengan 250 DVD atau 300.000 foto.

Selain itu, pihak berwenang di Inggris menyatakan Reynhard Sinaga telah melakukan 195 pemerkosaan. Hal itu didasari video yang ditemukan sebanyak 195 rekaman.

Aksinya kejahatan Reynhard Sinaga dilakukan dengan memberikan minuman beralkohol bercampur obat. Korban pun diperkosa dalam kondisi tak sadarkan diri.

Berikut ini profil Reynhard Sinaga yang dirangkum detikcom:

1. Asal Jambi

Reynhard Sinaga lahir di Jambi, 19 Februari 1983. Ia merupakan anak sulung dari tiga bersaudara.

2. Keluarga

Keluarga Reynhard Sinaga disebut bertempat tinggal di Depok, Jawa Barat. Sang ayah dikabarkan adalah seorang bankir yang membantu biaya hidup sang anak di Inggris.

3. Alumni UI

Anak pertama dari tiga bersaudara ini merupakan lulusan Universitas Indonesia (UI). Reynhard Sinaga menyelesaikan gelar S1 arsitekturnya sebelum berangkat ke Inggris.

Kepala Humas dan KIP Universitas Indonesia Rifelly Dewi Astuti meminta agar perbuatan Reynhard tidak dikaitkan dengan status alumni UI.

“Bahwa meski yang bersangkutan alumni Universitas Indonesia, perbuatannya sama sekali tidak terkait dengan statusnya sebagai alumni Universitas Indonesia,” kata Rifelly Dewi Astuti dalam keterangan kepada detikcom, Selasa (7/1/2020).

4. Kuliah S3 di Inggris

Reynhard Sinaga kemudian menempuh pendidikan S2 jurusan Sosiologi di Manchester University. Pada 2012, ia melanjutkan kuliah S3 untuk gelar PhD jurusan studi Human Geography di Universitas Leeds.

5. Perkosa 190 Orang

Reynhard Sinaga didakwa memperkosa 48 orang di apartemennya di Inggris. Namun, berdasarkan barang bukti berupa video, ada 190 orang yang diduga dia perkosa.

Dirahasiakan dari Publik

Kasus kejahatan seksual yang menjerat Reynhard Sinaga, pria Indonesia yang dijuluki ‘pemerkosa paling produktif di Inggris’, dirahasiakan selama dua tahun, sebelum diungkap ke publik oleh media massa. Kenapa bisa demikian?

Seperti dilansir media Inggris, Manchester Evening News dan The Guardian, Selasa (7/1/2020), banyaknya jumlah korban dalam kasus Reynhard membuat kasus ini dibagi ke dalam empat persidangan terpisah.

Diketahui bahwa dalam kasus ini, Reynhard yang berusia 36 tahun ini dijerat 159 dakwaan kejahatan seksual, termasuk 136 dakwaan pemerkosaan dan 8 dakwaan percobaan pemerkosaan, terhadap 48 pria berbeda yang menjadi korbannya selama 2,5 tahun.

Laporan polisi menyebut Reynhard diduga mencabuli sedikitnya 195 pria, namun identitas 70 korban lainnya belum diketahui. Dugaan lain menyebut bahwa korban Reynhard jumlahnya lebih banyak dari itu.

Kepolisian setempat mengharapkan agar lebih banyak korban yang diidentifikasi atau melapor ke polisi bahwa mereka menjadi korban, selama persidangan kasus ini berlangsung. Oleh karena itu, perintah sementara untuk melarang pers melaporkan kasus Reynhard harus diberlakukan.

Larangan pemberitaan atau media-blackout yang diberlakukan oleh pengadilan setempat disebut memiliki dua fungsi.

Pertama, larangan itu berarti Reynhard dijamin menjalani persidangan secara adil untuk seluruh tempat persidangan yang harus dijalaninya, karena juri persidangan tidak akan tahu soal bukti-bukti maupun vonis pada sidang lainnya.

Kedua, para detektif Manchester meyakini bahwa jumlah korban Reynhard yang sebenarnya jauh lebih banyak namun identitas mereka tidak diketahui. Pihak kepolisian berpikiran bahwa mungkin akan ada lebih banyak korban Reynhard yang muncul.

Diyakini pengadilan dan kepolisian bahwa, jika media melaporkan rincian soal kasus Reynhard saat persidangan masih berlangsung, maka itu akan bisa mencegah para korban atau saksi untuk muncul ke publik atau melapor ke polisi atau untuk memberikan bukti ke pengadilan.

Penjara Seumur Hidup

Begitu Reynhard telah menjalani empat persidangan untuk 159 dakwaan terhadap 48 pria yang berlangsung selama 18 bulan sejak tahun 2018 lalu, perintah media-blackout akhirnya dicabut. Rincian soal kasus ini dan identitas Reynhard bisa diungkap ke publik.

Laporan terbaru media-media Inggris menyebut Reynhard dijatuhi vonis penjara seumur hidup pada Senin (6/1) waktu setempat. Hakim Suzanne Goddard menetapkan masa hukuman minimum 30 tahun yang harus dijalani Reynhard, sebelum dia bisa mendapatkan pembebasan bersyarat.

Namun ternyata vonis tersebut merupakan vonis kedua yang diterima Reynhard. Vonis pertama yang dijatuhkan kepada Reynhard adalah 88 hukuman penjara seumur hidup, dengan masa hukuman minimum 20 tahun penjara.

Laporan The Guardian secara rinci menyebut Reynhard divonis 88 hukuman penjara seumur hidup untuk sidang pertama dan kedua bagi 25 korban yang digelar antara tahun 2018 hingga tahun lalu. Untuk sidang ketiga dan keempat bagi 23 korban lainnya, Reynhard baru dijatuhi vonis penjara seumur hidup pada Senin (6/1) waktu setempat.

Dalam kasus ini, Reynhard didakwa memperkosa para korban dengan sebelumnya membius mereka dengan GHB (gamma-hydroxybutyric acid) yang bisa membuat seseorang tak sadarkan diri untuk waktu cukup lama. Saat korbannya tak sadarkan diri, Reynhard melakukan tindak kekerasan seksual sembari merekamnya dengan dua telepon genggam miliknya.

Reynhard ditahan sejak tahun 2017, setelah salah satu korbannya tiba-tiba sadarkan diri saat tindak pemerkosaan masih berlangsung. Korban ini melawan dan terjadilah perkelahian hingga Reynhard mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Korban yang tidak disebut namanya itu, sempat diinterogasi polisi atas dugaan penyerangan. Namun yang tidak disadari Reynhard, korban sempat merampas salah satu telepon genggam Reynhard dan menyerahkannya ke polisi. Dari telepon genggam itulah terungkap tindakan bejat Reynhard terhadap puluhan pria tak dikenal.

Pemeriksaan polisi menemukan material video kejahatan seksual sebesar 3,28 terabytes yang menampilkan aksi bejat Reynhard di dalam telepon genggam itu. Jumlah itu setara dengan 250 keping DVD atau 300 ribu foto. (mb/detik)

Loading...

Related posts