oleh

Kematian Akibat Corona di Seluruh Dunia Capai 35.000 Orang

Metrobatam, Jakarta – Lebih dari 35.000 orang dinyatakan meninggal dunia akibat virus Corona di seluruh Dunia. Sementara, virus yang berasal dari China itu telah menginfeksi hingga 183 negara.

Berdasarkan perhitungan APF, Senin (30/3/2020) total 35.905 orang dinyatakan meninggal dunia akibat COVID-19. Setidaknya 26.076 kematian ada di Eropa.

Italia tercatat sebagai negara yang miliki tingkat kematian tertinggi akibat Corona, yaitu sebanyak 11.591. Diikuti oleh Spanyol sebanyak 7.340 kematian dan China dengan 3.304 kasus kematian.

Secara global, lebih dari 740.000 kasus terinfeksi di 183 negara. Dengan rincian sekitar 408.203 di Eropa, 150,000 di Amerika Serikat dan Kanada dengan total 2.635 kematian.

Sementara di Asia ada dekitar 106.609 kasus terinfeksi Corona. Sebanyak 3.827 dinyatakan meninggal dunia.

Kasus yang terkonfirmasi kemungkinan hanya menunjukan sebagaian kecil dari jumlah yang terinfeksi sebenarnya. Diperkirakan kasus yang terdeteksi hanya yang menunjukan gejala yang serius.

Korban di Italia Bertambah 812 Orang

Sementara itu korban tewas akibat wabah virus Corona di Italia bertambah 812 orang dengan 100 ribu orang diduga terinfeksi. Karena itu, Pemerintah Italia akhirnya memutuskan untuk menambah masa lockdown negaranya hingga 12 April 2020.

Seperti dilansir AFP, Selasa (31/3/2020), Italia memperpanjang masa lockdown yang melumpuhkan perekonomian hingga setidaknya pertengahan April. Upaya ini dilakukan untuk menekan virus Corona yang telah merenggut 11.591 nyawa di Italia.

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte mengatakan lockdown yang terjadi selama tiga minggu telah membebani negaranya secara ekonomi. Dia menyebut Italia akan berupaya melepas kondisi tersebut secara perlahan-lahan.

“Penutupan hampir selama tiga minggu sangat menyusahkan kami secara ekonomi,” ucap Conte.

Dia memastikan kondisi ini tidak akan bertahan lama. Menurutnya, pihak pemerintah juga akan mengupayakan cara lain selain pembatasan ini.

“Ini tidak bisa bertahan lama, kita bisa mempelajari cara-cara untuk menghilangkan pembatasan. Tapi ini harus dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Italia Roberto Speranza menyatakan lockdown untuk sementara akan diperpanjang hingga 12 April 2020. Dia menyebut setidaknya ini akan berlangsung hingga masa Paskah di Italia,

“Semua tindakan penahanan akan diperpanjang setidaknya sampai Paskah, atau 12 April,” ungkapnya. (mb/detik)

News Feed