Aku Terlena di Zona Hijau

Pandemik Covid 19 hingga saat ini, belum juga usai, walaupun beberapa wilayah di Indonesia, telah melakukan program vaksinasi hingga ke pelosok Negeri, tetapi tetap saja, tak membuat beberapa wilayah contohnya Natuna, aman dari serangan covid 19 yang berasal dari Negara China di kota Wuhan.

Upaya dan langkah pun, telah banyak dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna, sejak dari tahun 2020 yang lalu, yang mana saat itu Bupati Natuna, Drs.H.Abdul Hamid Rizal Menganggarkan hingga 31 Milyar lebih untuk mengatasi wabah ini.

Bacaan Lainnya

Terhitung per Kamis 15 Oktober 2020, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat ada total 136 dokter meninggal akibat Covid-19. Terdiri dari 71 dokter umum, 63 dokter spesialis, dan dua dokter residen. Tersebar dari 18 wilayah provinsi dan 66 wilayah kota/kabupaten.

Padahal tenaga medis yang menangani tidak hanya dokter saja. Ada perawat dan bagian-bagian lain yang menjadi satu kesatuan tim medis. Hingga Tahun 2021, tercatat 323 tenaga medis meninggal akibat virus covid 19 ini.

Tenaga medis merupakan aset negara. Bila nyawa tenaga medis terus berkurang, maka penanganan pandemi akan semakin sulit. Terlepas dari angka-angka, setiap nyawa yang hilang tidak dapat tergantikan oleh keluarga yang ditinggalkan.

Jumlah kematian tenaga medis yang terus meningkat serta masyarakat, indikasi bahwa pemerintah dan masyarakat kurang berempati pada perjuangan mereka. Bila kebijakan tidak dibenahi, serta kepatuhan masyarakat terus menurun, berapa banyak lagi tenaga medis yang harus gugur.

Alhamdulilahnya di Kabupaten Natuna sendiri, gugurnya tenaga medis tidak terjadi, walaupun memang diketahui Natuna, sempat menutup Rumah Sakit Umum Daerah selama 14 Hari pada tahun 2020 yang lalu, akibat banyaknya tenaga medis yang terpapar virus corona. Tak membuat para tenaga medis gentar untuk selalu bekerja dengan hati untuk melawan virus itu sendiri.

Kini di tahun 2021 awal masuknya bulan suci Ramadhan, virus ini kembali menyerang dikabupaten Natuna, tercatat hingga kini, 18 orang masyarakat Natuna masih dalam perawatan dalam melawan virus covid 19.

Hikmat Aliansyah selaku Plt Kadis Kesehatan, juga menyebutkan virus covid 19 yang saat ini, lagi menyerang di Kabupaten Natuna, merupakan virus corona varian baru, yang mana tingkat penyebarannya lebih cepat dibandingkan virus corona yang lama.

Langkah-langkah hingga upaya pun terlihat lemah ditahun 2021 ini, kabar yang terdengar dari 18 orang yang saat ini terpapar akan virus covid 19, perawatannya pun seolah tidak serius. Apalagi saat ini di RSUD Natuna sendiri yang merupakan rumah sakit rujukan covid 19, hingga kini tak kunjung memiliki Dokter spesialis penyakit dalam. Lalu apa mungkin Natuna bisa mengatasi serangan ini.

Sedangkan untuk makan dan minum saja untuk 18 orang pasien yang sedang dirawat, satgas covid 19, terkesan melempar tanggung jawab, sehingga hal ini menjadi beban bagi pihak Kecamatan dan Kelurahan dalam mengatasi persoalan yang sekecil ini.

Redaksi memandang Pemerintah Kabupaten Natuna dalam hal penanganan covid 19 ini, mesti cepat mengambil langkah, dengan kembali memperketat akses keluar masuk dari daerah luar masuk ke Natuna. Karena bisa saja, akses yang terlalu memandang remeh virus ini, seperti penyebarang kapal laut, yang tidak perlu lagi menggunakan surat rapid tes sebagai syarat untuk keluar masuk. Bisa saja menjadi penyebab virus covid 19 ini, masuk di wilayah Kabupaten Natuna.

Selain itu, penegakan yustisi yang hanya diberlakukan ketat diwilayah kota Kabupaten, dibandingkan di 14 Kecamatan yang lainnya, terkesan Pemerintah Kabupaten Natuna lemah dalam penangan covid 19 ini, lalu mungkinkah Pemerintah akan kembali serius saat tenaga medisnya berguguran dihadapannya.

Editorial
Penulis : Arizki Fil Bahri

Pos terkait