Dinkes Kotamobagu Dinilai Tak Hiraukan 2 Ajang Besar Wali Kota Cup dan Porprov

Metrobatam.com, Kotamobagu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotamobagu yang saat ini dipimpin oleh dr. Wahdania Mantang dikritik karena dinilai kurang memberikan perhatian terhadap dua ajang Olahraga besar yang tengah berlangsung, yakni Wali Kota Cup dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara.

Sejumlah pihak menyoroti minimnya dukungan dan kehadiran Dinkes selama gelaran acara tersebut, padahal keberadaan Dinkes sangat penting untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para atlet maupun penonton.

Disisi lain, ajang Wali Kota Cup dan Porprov Sulut merupakan moment penting bagi perkembangan Olahraga di Daerah.

Menurut salah satu Panitia, bahwa meraka sudah memberikan surat ke Dinas Kesehatan untuk meminta tenaga medis, guna melakukan perawatan medis bagi para Pemain dan Penonton, ketika diperlukan. Bahkan, pada laga pembukaan yang turut dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota, tidak ada satu pun petugas medis dari Dinkes yang tampak bertugas.

Bacaan Lainnya

“Padahal itu agenda besar, pak wali dan Wawali, Tapi surat kami tak dibalas. Akhirnya kami pakai petugas medis dari panitia lokal,” ungkap salah satu panitia yang tidak ingin namanya disebutkan.

“Kami sudah melakukan permintaan tenaga medis melalui surat permohonan, namun permintaan kami tersebut tidak digubris”, tambahnya lagi.

Sementara itu, pengamat Pemerintahan Fadly Korompot menilai sikap Dinkes tidak sejalan dengan visi-misi pemerintahan Wali Kota dr. Wenny Gaib SpM dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat SH MH.

“Sikap yang ditunjukan pihak Dinkes tidak menunjukan tanggungjawab, harus di evaluasi”, ujar Fadly.

“Wali Kota dan Wawali harus mengambil langkah tegas bagi instansi terkait seperti Dinkes yang dinilai tidak mendukung visi misi Pemerintah untuk memajukan Olahraga di Kotamobagu”, tegas ketua HMI Cabang BMR ini.

Sorotan serupa datang dari internal cabor di ajang Porprov XII Manado. Seorang sumber menyebut Dispora sudah mengirim surat ke Dinkes terkait kondisi salah satu atlet selam yang sedang sakit. Namun, respon Dinkes disebut sangat lambat.

“Kami sudah beri pemberitahuan, tapi tidak ada tindak lanjut. Cabor akhirnya mengambil inisiatif sendiri untuk menangani atlet tersebut,” jelasnya.

Keluhan itu bukan datang dari satu cabor saja. Sumber lain dari cabor unggulan peraih medali juga menyebut hal serupa. Ia bahkan menilai kepala dinas menunjukkan sikap apatis dalam mendampingi kontingen Kotamobagu.

“Kami terima informasi bahwa pendampingan kesehatan untuk atlet kurang mendapat perhatian. Terkesan tidak serius,” katanya.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu, dr Wahdania Mantang belum memberikan tanggapan resminya terkait kalalaian tersebut.

Pos terkait