Rambabo di Ambang Punah, Upaya Pelestarian Mulai Digencarkan di Kotamobagu

METROBATAM.COM, KOTAMOBAGU – Kesenian tradisional Bolaang Mongondow kian tergerus zaman. Dari puluhan warisan budaya yang pernah ada, tercatat 16 di antaranya telah punah. Kini, alat musik tradisional Rambabo berada di ambang ancaman serupa, memunculkan sorotan terhadap peran pemerintah dalam upaya pelestarian.

Di tengah kondisi tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Kotamobagu menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional. Hal ini disampaikan dalam Rapat Persiapan Pendokumentasian Alat Musik Rambabo yang digelar pada Selasa (31/03/2026) di Gedung Bontean, Desa Bilalang I.

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal pelestarian melalui berbagai upaya, mulai dari dokumentasi, sosialisasi, hingga rencana pameran kesenian tradisional. Kepala Disbudpar Kotamobagu, Siti Rafiqa Bora, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya lokal.

“Musik tradisional merupakan warisan yang wajib kita jaga. Kami siap berkolaborasi dalam upaya pelestariannya,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, kondisi kesenian tradisional Bolaang Mongondow saat ini menjadi catatan serius. Budayawan setempat, Chairun Mokoginta, mengungkapkan bahwa dari total 31 kesenian tradisional, sebanyak 16 telah punah, delapan lainnya berada di ambang kepunahan, dan hanya enam yang masih bertahan.

“Yang sudah punah tidak pernah lagi dipentaskan dalam dua dekade terakhir, sementara yang tersisa pun hanya tampil sesekali,” jelasnya.

Khusus Rambabo, kondisinya sempat lebih memprihatinkan. Alat musik ini bahkan pernah hilang secara fisik sebelum akhirnya direstorasi kembali sejak 1993.

“Saya masih sempat memainkannya pada 1980, namun setelah itu sudah tidak ditemukan lagi. Karena itu, saya mencoba melakukan restorasi,” ungkap Chairun.

Meski telah diperkenalkan kembali, eksistensi Rambabo masih terbatas dan belum didukung regenerasi yang kuat. Minimnya dokumentasi serta keterbatasan pendanaan menjadi kendala utama dalam pelestarian selama ini.

Menurut Chairun, sebelum adanya dukungan dari pemerintah pusat, upaya pelestarian lebih banyak dilakukan secara mandiri, termasuk memperkenalkan Rambabo ke sekolah-sekolah di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Program pelestarian kini mendapat angin segar melalui dukungan Kementerian Kebudayaan lewat Program Indonesiana yang berfokus pada dokumentasi karya maestro dan objek pemajuan kebudayaan yang terancam punah. Program ini diharapkan mampu mencegah Rambabo bernasib sama seperti kesenian lain yang telah hilang.

Di tingkat daerah, dukungan juga datang dari pemerintah desa. Sangadi Bilalang I, Badaria Mokoginta, menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah.

“Pelestarian budaya adalah kebutuhan mendesak. Musik tradisional harus terus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu, Syarif Rahmat Mokoginta, menyebut pelestarian budaya sejalan dengan program pemerintah daerah, salah satunya melalui penguatan pendidikan berbasis budaya lokal.

Meski berbagai upaya mulai dilakukan, tantangan ke depan dinilai tidak ringan. Tanpa langkah konkret seperti regenerasi pelaku seni, integrasi dalam sistem pendidikan, serta konsistensi program pemerintah, pelestarian dikhawatirkan hanya bersifat seremonial.

Sebagai informasi, Dana Indonesiana atau Dana Abadi Kebudayaan menjadi salah satu sumber pendanaan utama program ini. Pada 2025, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp465 miliar dari total dana abadi sebesar Rp5 triliun.

Di Kotamobagu, terdapat dua penerima manfaat pada 2026, yakni Murdiono Mokoginta dan Chairun Mokoginta. Untuk pelestarian Rambabo, sejumlah output yang ditargetkan meliputi pembuatan film dokumenter, kegiatan sosialisasi, serta pameran kesenian tradisional.

Kini, tantangan terbesar bukan sekadar memulai pelestarian, melainkan menjaga konsistensi upaya tersebut agar tidak kembali terlambat, seperti yang terjadi pada belasan kesenian tradisional yang telah lebih dulu hilang.

Pos terkait