Metrobatam.com, Grobogan— Pemerintah Desa Kapung, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya dengan menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi (Merki Deso), Senin (27/4/2026). Di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi ini tetap berlangsung meriah dengan semangat kebersamaan warga.
Ratusan masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan ini sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, hasil bumi, serta keselamatan yang diberikan.
Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan kirab budaya yang diawali dari kediaman Kepala Desa. Dalam prosesi tersebut, warga membawa lima gunungan hasil bumi yang mewakili lima RW, serta 70 tumpeng. Rombongan kemudian bergerak menuju Kantor Desa Kapung dan dilanjutkan ke Punden Sendang Mbah Nyai Luih untuk melaksanakan doa bersama.
Sekitar 700 warga turut meramaikan tradisi ini, termasuk mengikuti prosesi rebutan gunungan hasil bumi yang diyakini membawa berkah bagi siapa saja yang mendapatkannya.
Kepala Desa Kapung, Hj. Musarofah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya melestarikan adat istiadat leluhur agar tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini.
“Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi, tetapi juga simbol keseimbangan antara nilai spiritual, sosial melalui gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Kapung tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kesadaran akan pentingnya menjaga alam sebagai sumber kehidupan.














