LINGGA, MetroBatam.com — Proyek miliaran rupiah untuk air bersih di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, justru berubah menjadi mimpi buruk bagi pengguna jalan. Proyek pembangunan Jaringan Perpipaan dan Sambungan Rumah SPAM Dabo Singkep senilai Rp6,29 Miliar yang dibiayai APBN 2026 itu kini diduga memakan korban.
Sedikitnya tiga pengendara dilaporkan menjadi korban kecelakaan di sekitar lokasi galian proyek. Ironis, proyek yang seharusnya menghadirkan air bersih itu diduga kuat mengabaikan keselamatan publik.
Pantauan MetroBatam.com di lapangan, kondisi proyek sangat memprihatinkan. Galian pipa dibiarkan menganga, material pasir ditumpuk di badan aspal, ruas jalan menyempit, dan aspal rusak berserakan.
Salah satu korban mengaku terjatuh saat harus menghindar dari mobil di ruas jalan yang menyempit akibat galian.
“Karena menghindar pengendara mobil dari arah depan sehingga terpeleset pada tumpukan pasir yang berada di tengah aspal dari galian pipa,” ungkap korban.
Kondisi ini sangat berbahaya, terutama pada malam hari karena minim rambu peringatan, pembatas proyek, dan penerangan.
Temuan paling berbahaya ada di depan Puskesmas Dabo Lama. Setelah beton dipecahkan untuk galian pipa, besi beton dibiarkan mencuat ke atas tanpa pengaman.
“Sangat disayangkan kalau proyek miliaran rupiah seperti ini dikerjakan tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan,” ujar Ijal, warga yang berada di lokasi.
Jika pengendara tidak fokus, besi tersebut bisa berakibat fatal.
Anggaran Jumbo, Pengawasan Dipertanyakan
Proyek ini bukan proyek kecil. Berdasarkan papan proyek:
• Nilai Kontrak: Rp6.292.606.000 (APBN 2026 Kemen PU) • Pelaksana: PT Pinang Multicon Propertindo (Kontrak No: 01/Kontrak/PPK-AM/PCK-KEPRI/V/2026) • Konsultan Pengawas: CV Patoya Indah • Masa Kerja: 210 Hari Kalender • Groundbreaking: 5 Agustus 2026
Baru berjalan belum genap sebulan, keluhan sudah berdatangan. Publik pun mempertanyakan fungsi pengawasan.
Kemana konsultan pengawas CV Patoya Indah? Kemana tanggung jawab kontraktor PT Pinang Multicon Propertindo dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK)?
Direktur PDAM Tirta Lingga, Irfan Andaria, saat dikonfirmasi MetroBatam.com mengaku sudah memonitor besi terbuka tersebut.
“Tidak tahu ada yang kecelakaan, tapi tadi pagi kami sudah memonitor untuk area besi yang terbuka itu untuk segera ditutup,” kata Irfan via WhatsApp, Rabu (2/9/2026).
Jawaban tersebut justru menimbulkan pertanyaan baru. Jika besi terbuka saja baru dimonitor setelah viral, bagaimana dengan material di badan jalan, penyempitan jalan, dan aspal rusak?
Jangan Sampai Air Bersih Datang, Keselamatan Hilang
Tujuan SPAM Dabo Singkep sangat mulia, yakni memenuhi kebutuhan air bersih warga. Namun tujuan mulia tidak boleh mengorbankan keselamatan.
Publik mendesak pemilik kegiatan, dalam hal ini Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Kepri, untuk mengevaluasi total pelaksanaan proyek ini.
Jangan sampai Rp6,29 Miliar uang negara yang bertujuan menghadirkan air bersih, justru meninggalkan luka, kerugian materi, bahkan nyawa warga.
Hingga berita ini diterbitkan, Kamis (3/9/2026), PT Pinang Multicon Propertindo dan CV Patoya Indah belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dilayangkan redaksi.
MetroBatam.com tetap membuka ruang hak jawab seluas-luasnya demi pemberitaan yang berimbang.
Penulis: Awalludin / Tim MetroBatam.com
Editor: Boedi Arifin














